Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemkab Banyuwangi Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Tiga Dapur SPPG Disuspend untuk Evaluasi Menyeluruh

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 3 Maret 2026 | 00:00 WIB

Peserta rakor MBG yang berlangsung di Aula Kantor Dispendik Banyuwangi dihadiri seluruh penanggung jawab SPPG di seluruh Banyuwangi, Senin (2/3).
Peserta rakor MBG yang berlangsung di Aula Kantor Dispendik Banyuwangi dihadiri seluruh penanggung jawab SPPG di seluruh Banyuwangi, Senin (2/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Blambangan.

Penguatan tersebut dilakukan melalui koordinasi dan evaluasi menyeluruh yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Senin (2/3).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Banyuwangi untuk memastikan program MBG berjalan optimal, berkelanjutan, serta memenuhi standar keamanan dan kualitas gizi bagi para siswa penerima manfaat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan, dalam pendampingan program MBG, pihaknya melakukan berbagai langkah strategis.

Photo
Photo

Mulai dari evaluasi internal, pendampingan teknis, hingga penguatan standar higiene dan sanitasi pangan di seluruh titik pelaksanaan.

“Dalam pendampingan program MBG, kami berupaya melakukan serangkaian langkah berupa evaluasi internal, pendampingan teknis, serta penguatan standar higiene dan sanitasi pangan,” ujarnya.

Monitoring Suhu Produksi dan Distribusi Diperketat

Tak hanya aspek manajerial, pengawasan teknis di lapangan juga diperketat. Salah satunya melalui monitoring suhu produksi dan distribusi makanan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan tetap dalam kondisi aman dan layak konsumsi hingga diterima siswa di sekolah.

“Monitoring suhu produksi dan distribusi terkait MBG juga diperketat untuk memastikan keamanan makanan yang diterima siswa,” imbuh Amir.

Pengawasan suhu menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas dan keamanan pangan.

Dengan pengendalian suhu yang tepat, risiko kontaminasi bakteri dan penurunan kualitas makanan dapat diminimalisir.

Langkah Korektif untuk Perkuat Sistem Pengawasan

Amir menegaskan, langkah korektif yang tengah dilakukan bukanlah bentuk kemunduran program. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem pengawasan agar program MBG semakin solid dan terpercaya.

“Langkah korektif ini justru memperkuat sistem pengawasan program MBG. Kami ingin memastikan bahwa setiap makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar gizi,” jelasnya.

Menurutnya, evaluasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan menunggu munculnya persoalan di kemudian hari. Pencegahan menjadi kunci agar program nasional tersebut dapat berjalan optimal di tingkat daerah.

“Lebih baik dilakukan evaluasi lebih awal daripada menunggu terjadi masalah ke depannya,” tegas Amir.

Tiga Dapur SPPG Disuspend Sementara

Dalam rapat koordinasi tersebut, turut disoroti penghentian sementara operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketiganya berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran; Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri; dan Desa Cluring, Kecamatan Cluring.

Penghentian sementara ini dilakukan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari sistem quality control.

Amir menjelaskan, evaluasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen dapur, rantai distribusi, hingga prosedur kontrol kualitas makanan.

“Penghentian sementara operasi dapur SPPG ini adalah bagian dari sistem quality control. Evaluasi meliputi manajemen dapur, rantai distribusi, serta prosedur kontrol kualitas,” ungkapnya.

Langkah ini bertujuan memastikan seluruh dapur MBG benar-benar memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan, termasuk standar keamanan pangan dan kecukupan gizi.

Bisa Beroperasi Kembali Setelah Lolos Verifikasi

Meski saat ini disuspend, Pemkab Banyuwangi memastikan ketiga SPPG tersebut berpeluang kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan lolos verifikasi ulang.

“Setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan lolos verifikasi ulang, SPPG yang disuspend dapat beroperasi kembali,” tegas Amir.

Pemkab berharap langkah tegas ini justru semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Dengan sistem pengawasan yang ketat dan evaluasi berkelanjutan, keamanan pangan bagi para siswa di Banyuwangi dapat terjamin.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Karena itu, aspek keamanan, higienitas, serta kesesuaian standar gizi menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pelaksanaannya di Banyuwangi. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#badan gizi nasional #MBG Banyuwangi #SPPG disuspend #keamanan pangan sekolah #Makan Bergizi Gratis Banyuwangi #higiene sanitasi dapur sekolah #program MBG 2026