RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Desa Sraten, Kecamatan Cluring, terus berupaya menjaga soliditas dan kekompakan warganya.
Salah satu upaya untuk memastikan kondusivitas wilayah dilakukan melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar rutin di musala dan masjid kampung selama bulan suci.
Di desa yang hampir 100 persen penduduknya beragama Islam tersebut, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial.
Kegiatan kunjungan jajaran pemerintah desa (pemdes) ke rumah-rumah ibadah telah menjadi tradisi tahunan setiap bulan puasa.
Kepala Desa (Kades) Sraten, H Rahman, menjelaskan bahwa menjelang Lebaran pihaknya mulai menggalakkan Safari Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Bersama kepala dusun, perangkat desa, juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), kami anjangsana ke warga,” ujarnya.
Dalam setiap kunjungan, jajaran pemdes hadir langsung untuk berdialog dengan masyarakat.
Tidak hanya menyampaikan tausiyah atau sambutan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum laporan kinerja pemerintahan desa.
Dialog Terbuka Soal Dana Desa
Menurut Rahman, komunikasi langsung menjadi kunci menjaga hubungan harmonis antara pemerintah desa dan masyarakat.
Dalam Safari Ramadan, pemdes memaparkan program kerja sekaligus kondisi riil anggaran desa.
“Warga kami beri paparan, laporan kinerja kami, serta menyampaikan seperti apa kondisi di desa. Misalnya soal anggaran Dana Desa (DD) yang dipangkas, masyarakat harus mengerti,” tuturnya.
Dengan pendekatan dialogis, warga dapat memahami dinamika kebijakan yang berdampak pada pembangunan desa.
Sebaliknya, pemerintah desa juga dapat menyerap aspirasi dan mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Dengan berdialog secara langsung, kondusivitas bisa terjaga. Kami tahu kebutuhan warga, apa saja persoalannya, dan kami bisa langsung menyampaikan solusi dan program-program kami,” imbuhnya.
Rahman menilai, komunikasi terbuka menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.
Gandeng MWC NU untuk Penguatan Keagamaan
Selain dialog pembangunan, Safari Ramadan di Sraten juga diisi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Pemdes menghadirkan penceramah untuk memberikan tausiyah kepada warga.
Biasanya, penceramah yang diundang berasal dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Cluring.
Kehadiran tokoh agama lokal tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman keagamaan yang menyejukkan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Biasanya penceramah dari MWC NU setempat. Dengan ini warga akan mendapat paparan informasi yang positif,” sebut Rahman.
Ia menambahkan, Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat tradisi keagamaan yang sudah lama tumbuh di Desa Sraten.
Tradisi Keagamaan Kental Selama Ramadan
Selama Ramadan, hampir seluruh masjid di tiga dusun yang ada di Desa Sraten rutin menggelar kuliah subuh dan pengajian menjelang berbuka puasa. Kegiatan tersebut berlangsung konsisten dari tahun ke tahun.
“Kami bangga melihat tradisi semacam itu terus digalakkan. Kehadiran kami dengan Safari Ramadan juga untuk memperkuat tradisi yang bagus seperti ini,” katanya.
Rahman berharap, melalui kegiatan ini hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat semakin solid. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas dan kekompakan warga merupakan modal utama dalam membangun desa.
Dengan kombinasi antara silaturahmi, dialog pembangunan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan, Safari Ramadan di Desa Sraten bukan hanya agenda tahunan, melainkan strategi sosial untuk menjaga keharmonisan dan kondusivitas wilayah. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin