Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hujan Deras Bikin Traffic Light di Banyuwangi Mati, Simpang Sukowidi hingga Karangente Sempat Semrawut

Ali Sodiqin • Senin, 2 Maret 2026 | 07:00 WIB

DIBENAHI: Teknisi Dishub membenahi traffic light simpang empat Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Minggu (1/3).
DIBENAHI: Teknisi Dishub membenahi traffic light simpang empat Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Minggu (1/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Intensitas hujan yang kerap mengguyur wilayah Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sistem lampu lalu lintas (traffic light) di sejumlah titik strategis.

Beberapa “lampu merah” dilaporkan mati setelah terdampak hujan deras, sehingga memicu kesemrawutan arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Sejumlah titik yang terdampak berada di kawasan pusat kota dan jalur padat kendaraan. Di antaranya simpang empat Sukowidi, simpang empat Karangente, serta simpang tiga Lateng.

Di lokasi-lokasi tersebut, arus kendaraan sempat tersendat karena lampu lalu lintas tidak berfungsi normal.

Photo
Photo

Kondisi ini langsung direspons cepat oleh Dinas Perhubungan Banyuwangi dengan menerjunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.

Langkah itu dilakukan guna memastikan arus lalu lintas kembali normal dan aman bagi pengguna jalan.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Perparkiran Dishub Banyuwangi, Wahyuono, menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat kerusakan pada instalasi kelistrikan yang terdampak air hujan.

“Beberapa titik mengalami korsleting pada panel kontrol karena terdampak air hujan dengan intensitas cukup tinggi. Tim teknis kami langsung melakukan penanganan dengan memperbaiki instalasi dan mengganti komponen yang rusak,” ujarnya kemarin (1/3).

Menurut Wahyuono, hujan dengan durasi lama dan volume tinggi berpotensi menyebabkan rembesan air masuk ke panel kontrol traffic light.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu gangguan sistem kelistrikan hingga lampu lalu lintas mati total.

Selain melakukan perbaikan di titik yang mengalami kerusakan, Dishub juga melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sejumlah persimpangan lain.

Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Untuk sementara, petugas kami juga melakukan pengaturan lalu lintas secara manual di titik-titik yang lampunya belum sepenuhnya normal. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan,” ungkapnya.

Pengaturan manual dilakukan dengan menempatkan petugas di tengah persimpangan untuk mengatur prioritas kendaraan dari masing-masing arah.

Upaya ini dinilai efektif mencegah kemacetan panjang serta meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas akibat pengendara yang saling berebut jalan.

Wahyuono mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di persimpangan, khususnya di titik-titik yang sedang dalam proses perbaikan.

Pengendara diminta mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengurangi kecepatan saat mendekati simpang.

“Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan tetap tertib. Keselamatan adalah yang utama. Dengan pembenahan ini, seluruh traffic light yang sempat mati diharapkan segera berfungsi optimal kembali,” tegasnya.

Dengan langkah cepat yang dilakukan Dishub Banyuwangi, diharapkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Bumi Blambangan tetap terjaga meski cuaca ekstrem masih membayangi. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#lampu merah Sukowid #traffic light Banyuwangi mati #simpang Lateng #simpang Karangente #dishub banyuwangi #Lampu Lalu Lintas