Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ular Piton 3,5 Meter Gegerkan Warga Blimbingsari Banyuwangi, Damkarmat Evakuasi dari Atap Kandang Ayam

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 2 Maret 2026 | 05:30 WIB

Ular piton di atap bangunan bekas kandang ayam milik warga Desa Sukojati, Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu malam (28/2).
Ular piton di atap bangunan bekas kandang ayam milik warga Desa Sukojati, Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu malam (28/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Seekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter menggegerkan warga Dusun Krajan, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu malam (28/2).

Ular jenis sanca kembang tersebut kedapatan berkeliaran di atap bangunan bekas kandang ayam yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Kemunculan hewan melata berukuran besar itu sontak menarik perhatian warga sekitar.

Tidak sedikit warga yang berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung ular tersebut dari jarak dekat.

Photo
Photo

Sebagian lainnya memilih melapor ke pihak berwenang guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Laporan kemudian diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi sekitar pukul 21.31 WIB.

Warga melaporkan adanya ular berukuran besar yang berada di bagian atap bangunan bekas kandang ayam di lingkungan rumah mereka.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, tim Regu Brama 2 langsung bersiap menuju lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan, tim Regu Brama 2 langsung bersiap dan berangkat menuju lokasi. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga maupun petugas,” ujarnya.

Menurut Edy, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara gegabah. Selain ukuran ular yang cukup besar, posisi hewan tersebut berada di tempat yang relatif tinggi sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra.

“Petugas Damkarmat menggunakan sejumlah peralatan seperti penjepit, pengait, senter, tangga, serta mobil Fire and Rescue Taruna untuk mengevakuasi ular,” jelasnya.

Tim harus memastikan area sekitar steril dari kerumunan warga demi meminimalisasi risiko.

Petugas kemudian memanjat menggunakan tangga dan perlahan mendekati ular yang berada di atap bangunan bekas kandang ayam tersebut.

Setelah proses evakuasi yang cukup intensif dan berlangsung hampir satu jam, ular sanca kembang sepanjang kurang lebih 3,5 meter itu akhirnya berhasil diamankan. Evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 22.44 WIB.

“Ular tersebut kemudian dibawa ke Markas Komando Damkarmat Banyuwangi untuk selanjutnya dilepasliarkan kembali ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman warga,” pungkas Edy.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim penghujan ketika habitat alami ular berpotensi terganggu sehingga hewan tersebut mencari tempat yang lebih kering dan hangat, termasuk mendekati permukiman warga.

Pihak Damkarmat Banyuwangi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan satwa liar berbahaya di sekitar rumah.

Warga diminta segera melapor agar evakuasi dapat dilakukan secara profesional dan aman. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#ular sanca kembang Blimbingsari #ular piton Banyuwangi #evakuasi Damkarmat Banyuwangi