Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kecelakaan Tunggal di Cluring Banyuwangi, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia Usai Motor Tanpa Nopol Tabrak Batu

Zamrozi Wahyu • Senin, 23 Februari 2026 | 03:30 WIB

Anggota Polsek Cluring sedang menangani korban kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Sembulung, Kecamatan Cluring pada Jumat (20 /2) sekitar pukul 23.30.
Anggota Polsek Cluring sedang menangani korban kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Sembulung, Kecamatan Cluring pada Jumat (20 /2) sekitar pukul 23.30.

RADARBANYUWANGI.ID - Kecelakaan tunggal yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia terjadi di Jalan Raya Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (20/2) sekitar pukul 23.30.

Peristiwa tragis ini menimpa tiga remaja yang berboncengan tiga menggunakan satu sepeda motor.

Insiden tersebut terjadi di tikungan depan Masjid Miftahul Jannah, Desa Sembulung.

Photo
Photo

Motor yang mereka kendarai diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya keluar jalur dan menabrak batu berukuran besar di tepi jalan.

Tiga Remaja Berboncengan Tiga

Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana menjelaskan, sepeda motor merek Honda Vario tanpa pelat nomor itu dikendarai JF, 15.

Saat kejadian, JF membonceng dua rekannya, yakni NA, 15 (duduk di tengah), dan RF, 15 (duduk paling belakang).

“Sebelum kejadian, kendaraan melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi,” ujar AKP Putu.

Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di tikungan depan masjid, pengemudi tidak sempat mengerem.

Motor kemudian keluar dari aspal jalan dan menghantam batu besar. Benturan keras membuat ketiganya terpental.

“Ketiga remaja itu terpental usai mengalami kecelakaan,” jelasnya.

Korban Terpental dan Terbentur Tembok

Dari ketiga korban, NA mengalami luka paling parah. Remaja asal Kecamatan Gambiran itu terpental hingga membentur tembok rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Akibat benturan keras di bagian kepala belakang, NA meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.

JF selaku pengemudi mengalami patah tulang kaki dan tidak sadarkan diri. Ia segera dilarikan ke RS Al Huda untuk mendapatkan penanganan medis.

Sedangkan RF yang duduk paling belakang mengalami luka di bagian kepala dan juga tidak sadarkan diri. Ia turut dilarikan ke rumah sakit yang sama.

Diduga Akibat Kelalaian Manusia

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan awal, kecelakaan tunggal tersebut diduga kuat dipicu faktor kelalaian manusia.

Kelalaian yang dimaksud antara lain berboncengan tiga dalam satu sepeda motor serta melaju dengan kecepatan tinggi di jalur yang memiliki tikungan.

Kondisi tersebut memperbesar risiko kehilangan kendali, terlebih saat berkendara pada malam hari.

“Diduga akibat kelalaian, berboncengan tiga dan melaju dengan kecepatan tinggi,” tegas AKP Putu.

Selain menelan satu korban jiwa dan dua korban luka-luka, kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 7 juta.

Imbauan Polisi: Utamakan Keselamatan Berkendara

Kapolsek Cluring mengingatkan masyarakat, khususnya para remaja, agar lebih berhati-hati dalam berkendara.

Ia menegaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.

“Berkendaralah dengan safety dan istirahatlah jika mengantuk,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung fatal.

Aparat kepolisian pun mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama yang sudah mengendarai kendaraan bermotor di usia remaja. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#bonceng tiga #kecelakaan tunggal #remaja tewas kecelakaan #Boncengan tiga #cluring #banyuwangi