RADARBANYUWANGI.ID – Masyarakat Banyuwangi menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh suka cita.
Berbagai persiapan dilakukan warga di sejumlah wilayah sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur menyongsong bulan penuh berkah tersebut.
Sejak Selasa (17/2) hingga Rabu (18/2), warga di berbagai desa mulai melakukan kerja bakti membersihkan masjid dan musala.
Kegiatan itu dilakukan secara gotong royong untuk memastikan tempat ibadah dalam kondisi bersih dan nyaman saat digunakan untuk salat tarawih dan ibadah lainnya selama Ramadan.
Tak hanya tempat ibadah, tempat pemakaman umum (TPU) juga dipadati warga yang datang untuk nyekar dan membersihkan makam keluarga.
Tradisi ini menjadi agenda rutin masyarakat Banyuwangi menjelang Ramadan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada leluhur.
Di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, ratusan warga tampak silih berganti mendatangi TPU setempat. Mereka membawa peralatan kebersihan seperti sabit, sapu, hingga air untuk menyiram pusara.
“Saya pilih hari ini (kemarin) karena baru sempat. Sejak Selasa (17/2) sudah ada yang nyekar lebih dulu,” ujar Juminah, 50, warga Dusun Krajan.
Menurut Juminah, kegiatan bersih-bersih makam sudah menjadi tradisi tahunan yang tak pernah terlewatkan.
Setiap menjelang bulan puasa, TPU selalu ramai oleh warga yang ingin mendoakan keluarga mereka yang telah berpulang.
“Setiap tahun pasti seperti ini. Bukan hanya saya, ratusan warga lain juga datang ke sini menjelang puasa,” tuturnya.
Sementara itu, juru kunci makam setempat, Ribut, 50, mengaku kesibukannya meningkat setiap menjelang Ramadan dan Lebaran.
Ia kerap membantu warga menemukan makam leluhur yang terkadang sudah sulit dikenali karena kondisi fisik yang berubah.
“Terkadang ada yang sudah hilang atau tidak jelas letaknya. Itu tugas saya membantu mencarikan,” katanya.
Di sisi lain, suasana gotong royong juga terasa di musala-musala lingkungan. Warga bahu-membahu membersihkan seluruh bagian bangunan, mulai dari menyapu lantai, menata saf salat, hingga mencuci karpet.
Supri, 43, salah satu warga, menyampaikan bahwa persiapan Ramadan di lingkungannya sudah dilakukan sejak sepekan terakhir.
Selain membersihkan, warga juga melakukan pengecatan ulang dinding musala agar terlihat lebih segar.
“Mulai menyapu, menata tempat untuk salat tarawih hingga membersihkan karpet kami lakukan bersama-sama. Temboknya dicat juga. Semua kami bersihkan agar salat tarawih bisa lebih nyaman dan khusyuk,” jelasnya.
Tradisi bersih masjid dan nyekar ini menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan dan religiusitas masyarakat Banyuwangi.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, masyarakat berharap Ramadan 1447 Hijriah dapat dijalani dengan lebih khusyuk, penuh keberkahan, dan membawa kedamaian bagi seluruh umat Muslim. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin