Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

DMI Banyuwangi Dorong Masjid Jadi Pusat Solusi Sosial dan Lingkungan, Siapkan Masjid Percontohan di Tiap Kecamatan

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 15 Februari 2026 | 06:00 WIB
Pengurus Dewan Masjid Banyuwangi menggelar raker di ruang rapat khusus kantor DPRD Banyuwangi, Minggu (14/2).
Pengurus Dewan Masjid Banyuwangi menggelar raker di ruang rapat khusus kantor DPRD Banyuwangi, Minggu (14/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Banyuwangi menegaskan masjid harus tetap relevan menghadapi berbagai persoalan masyarakat modern.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah DMI Banyuwangi Fathur Rahman dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di ruang rapat khusus DPRD Banyuwangi, Sabtu (14/2).

Menurut Fathur, fungsi masjid tidak boleh berhenti pada kegiatan ibadah ritual semata, melainkan juga harus menjadi pusat solusi sosial, lingkungan, dan pemberdayaan umat.

“Masjid harus adaptif, inovatif, dan mampu membangun kolaborasi kuat karena persoalan masyarakat semakin kompleks,” ujarnya.

Masjid Didorong Aktif Tangani Isu Lingkungan

Dalam pemaparannya, Fathur menyinggung bencana banjir bandang yang belakangan terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai persoalan tersebut berkaitan erat dengan faktor lingkungan serta pola hidup masyarakat.

Karena itu, DMI Banyuwangi mendorong kolaborasi antara pengurus masjid tingkat kabupaten hingga kecamatan bersama pemerintah daerah.

Program yang diusulkan meliputi:

“Ini membutuhkan langkah nyata dan konkret dari pengurus masjid dengan sinergi kuat bersama pemerintah,” tegasnya.

Jamaah Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Fathur menilai posisi masjid sangat strategis karena menjadi pusat pendidikan moral dan sosial masyarakat.

Jika gerakan peduli lingkungan dimulai dari masjid, dampaknya dinilai akan lebih luas karena jamaah dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Selain isu lingkungan, DMI Banyuwangi juga menyiapkan program masjid percontohan di setiap kecamatan.

“Program ini diharapkan menjadi model pembinaan dan pengembangan masjid secara komprehensif,” katanya.

Baznas Siap Bersinergi dan Perkuat Transparansi

Sejalan dengan program DMI, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2031 Dwi Yanto menyatakan kesiapan pihaknya membangun sinergi kelembagaan.

Ia menegaskan komitmen Baznas terhadap transparansi pengelolaan keuangan dan data penerima zakat (mustahik).

“Dengan sistem pelaporan yang akurat dan terbuka, para muzaki dapat mengetahui dana benar-benar disalurkan kepada pihak yang berhak. Transparansi akan memperkuat kepercayaan publik,” jelasnya.

Target: Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

Melalui kolaborasi DMI dan Baznas, masjid di Banyuwangi diharapkan berkembang menjadi pusat pelayanan umat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.

Tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi sosial, kepedulian lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis komunitas. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#baznas banyuwangi #dewan masjid indonesia