Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Pantai Lampon Banyuwangi, Diduga Pelaku Curanmor yang Kabur ke Laut

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur (kiri) mengawal jenazah Eko Waluyo yang hendak dibawa menuju rumah duka di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kamis (12/2).
Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur (kiri) mengawal jenazah Eko Waluyo yang hendak dibawa menuju rumah duka di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kamis (12/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan mayat pria yang mengapung di perairan Pantai Lampon, Kamis pagi (12/2). Jenazah tersebut pertama kali ditemukan nelayan yang hendak melaut.

Setelah dilakukan proses identifikasi oleh aparat kepolisian, korban diketahui bernama Eko Waluyo, 44, warga Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan.

Ia diduga merupakan salah satu pelaku pencurian sepeda motor yang aksinya tepergok warga sehari sebelumnya.

Ditemukan Nelayan dalam Kondisi Mengapung

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jasad korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari titik awal diduga menceburkan diri ke laut. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah mengapung.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Pesanggaran. Petugas bersama tim medis kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.

Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan terduga pelaku pencurian motor yang sebelumnya kabur saat dipergoki warga.

“Benar, sudah ada pihak keluarga yang datang ke lokasi. Dari hasil identifikasi, benar itu Eko Waluyo,” ujarnya.

Diduga Kabur ke Laut dan Terseret Ombak

Menurut Maskur, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Eko sempat tepergok warga saat hendak melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Dusun Ringinsari.

Saat diteriaki warga, korban berusaha melarikan diri ke arah pantai. Meski sempat diminta berhenti, ia justru nekat masuk ke laut.

“Ia sempat diminta berhenti oleh warga, tapi malah kabur lalu masuk ke laut. Diduga korban kemudian terseret ombak dan tenggelam,” jelas Maskur.

Korban diduga berada di laut semalaman sebelum akhirnya ditemukan keesokan paginya oleh nelayan setempat.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Setelah dievakuasi, tim medis dari Puskesmas Pesanggaran melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Ada pihak medis dari Puskesmas Pesanggaran yang melakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena kehabisan oksigen,” terang Maskur.

Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian secara medis, seharusnya dilakukan autopsi. Namun pihak keluarga menyatakan keberatan.

Keluarga Tolak Autopsi

Kakak korban, Edi Purnomo, 55, yang hadir di lokasi, menyampaikan tidak berkenan jenazah adiknya dilakukan autopsi. Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan resmi.

“Untuk memastikan korban benar-benar meninggal karena tenggelam, perlu adanya otopsi. Namun pihak keluarga menolak dan sudah membuat surat pernyataan,” ungkap Maskur.

Dengan adanya penolakan tersebut, proses penyelidikan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan luar dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan.

Peristiwa penemuan mayat di Pantai Lampon Banyuwangi ini menjadi perhatian warga sekitar.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum apabila mendapati peristiwa tindak pidana, melainkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang. (sas/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Pantai Lampon #temuan mayat #pelaku curanmor kabur #banyuwangi