Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dinsos PPKB Banyuwangi Evakuasi Keluarga Telantar di Sobo, Lima Orang Kini Ditampung di Shelter Sosial

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:00 WIB

PENANGANAN CEPAT: Satu keluarga telantar  untuk sementara ditampung di shelter pemerlu atensi sosial, Selasa (10/2).
PENANGANAN CEPAT: Satu keluarga telantar untuk sementara ditampung di shelter pemerlu atensi sosial, Selasa (10/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Gerak cepat dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi dalam menangani kasus keluarga telantar di wilayah perkotaan.

Satu keluarga yang sebelumnya tinggal di sebuah gubuk di Kelurahan Sobo kini telah dievakuasi dan ditempatkan di shelter pemerlu atensi sosial.

Sejak Jumat (6/2), keluarga tersebut resmi berada dalam penanganan Dinsos PPKB Banyuwangi.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan jaminan sosial bagi warga yang masuk kategori pemerlu atensi sosial, khususnya mereka yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPKB Banyuwangi, Khoirul Hidayat, mengatakan keluarga telantar tersebut terdiri dari lima orang. Mereka adalah pasangan suami istri beserta tiga orang anak.

Seluruh anggota keluarga kini berada di bawah pengawasan dan pendampingan petugas sosial.

“Keluarga telantar itu terdiri dari lima orang, yakni suami, istri, dan tiga anak. Saat ini semuanya tinggal di tempat penampungan sementara shelter pemerlu atensi sosial,” ujar Khoirul.

Selama berada di shelter, kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga dipastikan dalam keadaan baik.

Selain mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak, mereka juga memperoleh pendampingan sosial untuk memulihkan kondisi psikososial sekaligus mempersiapkan kemandirian ekonomi keluarga.

Khoirul menjelaskan, Dinsos PPKB tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan agar keluarga tersebut dapat bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih layak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membantu akses pekerjaan bagi kepala keluarga dan anggota keluarga lainnya.

“Saat ini, sang istri sudah direkrut oleh salah satu lembaga sosial untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara suaminya direncanakan akan berangkat ke Bali untuk bekerja sebagai tukang bangunan,” jelasnya.

Menurut Khoirul, keluarga tersebut akan tetap tinggal di shelter hingga seluruh rencana penanganan awal berjalan dengan baik.

“Keluarga ini sudah tinggal di shelter sejak Jumat (6/2) dan insyaAllah sampai besok (11/2) masih di sana,” tambahnya.

Dinsos PPKB Banyuwangi menilai keluarga tersebut masuk kategori homeless atau tidak memiliki rumah, sehingga membutuhkan intervensi pemerintah daerah.

Penempatan di shelter menjadi solusi sementara sambil dilakukan asesmen lanjutan terkait kondisi ekonomi, sosial, dan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Khoirul menegaskan, penanganan keluarga telantar ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memberikan perlindungan sosial bagi warganya.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan perkembangan keluarga tersebut agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Keluarga yang terlantar ini masih kami pantau terus perkembangannya. Kami mengambil langkah ini untuk meringankan beban yang mereka hadapi dan membantu mereka agar bisa kembali mandiri,” pungkasnya.

Langkah cepat Dinsos PPKB Banyuwangi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendeteksi serta melaporkan keberadaan warga yang membutuhkan bantuan sosial, agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#sobo #Keluarga Telantar #banyuwangi #shelter