RADARBANYUWANGI.ID - Arus lalu lintas Tol Jagorawi kembali diwarnai kecelakaan serius.
Sebuah mobil Honda City yang dikemudikan Diva Siregar mengalami kecelakaan tunggal hingga berujung tabrakan beruntun setelah ditabrak truk boks dari arah belakang.
Peristiwa tersebut terjadi di Tol Jagorawi Km 24 arah Bogor, pada Sabtu (7/2/2026), saat kendaraan melaju dari Jakarta menuju Bogor.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan dipicu oleh kondisi microsleep yang dialami pengemudi.
Kronologi Kecelakaan di Tol Jagorawi
Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat Diva melaju di lajur dua.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengalami microsleep sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Setibanya di TKP, pengemudi mengantuk (microsleep) sehingga menabrak pembatas jalan,” ujar Ipda Ares Rahman, Senin (9/2/2026).
Benturan keras dengan pembatas jalan membuat Honda City bernomor polisi B-2503 terguling hingga posisi mobil terbalik dengan keempat roda menghadap ke atas di tengah ruas tol.
Ditabrak Truk dari Belakang
Situasi semakin berbahaya ketika sebuah truk boks Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi B 9897 yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar.
Truk tersebut akhirnya menghantam mobil Honda City yang sudah dalam posisi terbalik.
Akibat kejadian itu, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerusakan kendaraan cukup parah.
Kondisi Diva Siregar Berangsur Membaik
Sementara itu, Diva Siregar mengonfirmasi bahwa kondisinya kini mulai membaik.
Ia menyebut hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menjalani pemulihan secara bertahap.
Dari hasil CT scan, Diva memastikan tidak diperlukan tindakan operasi meski mengalami luka di bagian jidat akibat benturan.
“Sekarang kondisinya membaik, hanya perlu istirahat dan pemulihan. Hasil CT scan juga tidak perlu operasi,” ungkap Diva.
Pernyataan ini sejalan dengan keterangan kepolisian yang menyebutkan bahwa faktor utama kecelakaan adalah microsleep, bukan akibat kelalaian teknis kendaraan.
Bahaya Microsleep Saat Mengemudi
Fenomena microsleep merupakan kondisi berbahaya yang sering kali tidak disadari pengemudi.
Microsleep terjadi ketika otak memasuki fase tidur singkat hanya dalam hitungan detik, meski seseorang tampak masih terjaga.
Gejala microsleep antara lain:
- Mata terasa berat dan sering berkedip lambat
- Menguap berlebihan
- Hilang ingatan beberapa detik sebelumnya
- Kepala tiba-tiba menunduk
- Tubuh tersentak seperti terbangun dari tidur
Kondisi ini sangat berisiko, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan tol.
Faktor Pemicu Microsleep
Sejumlah faktor diketahui dapat memicu microsleep, di antaranya:
- Kurang tidur atau kualitas tidur buruk
- Kelelahan fisik dan mental
- Konsumsi alkohol atau obat-obatan yang menimbulkan kantuk
- Pola kerja shift malam
- Aktivitas monoton dalam waktu lama, seperti berkendara jarak jauh
Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk selalu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara, khususnya saat menempuh perjalanan jauh.
Imbauan Keselamatan
Kasus kecelakaan yang dialami Diva Siregar ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya microsleep.
Istirahat yang cukup, berhenti sejenak saat mengantuk, serta tidak memaksakan diri mengemudi menjadi langkah krusial untuk mencegah kecelakaan serupa.
Pengemudi diimbau untuk segera menepi jika mulai merasakan tanda-tanda kantuk, demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin