Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hujan Deras Picu Longsor Sempadan Jalan di Sarongan Pesanggaran Banyuwangi, Akses Warga Terancam

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 10 Februari 2026 | 04:30 WIB

Kepala Desa Sarongan Gunoto meninjau lokasi jalan kampung yang terkikis aliran Sungai, Senin (9/2).
Kepala Desa Sarongan Gunoto meninjau lokasi jalan kampung yang terkikis aliran Sungai, Senin (9/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi kembali memicu bencana tanah longsor.

Kali ini, sempadan jalan di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, dilaporkan ambrol akibat terkikis aliran sungai, Senin (9/2).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, kondisi tersebut menyisakan kekhawatiran warga.

Longsoran di tepi jalan dikhawatirkan terus melebar dan berpotensi memutus akses jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.

Kepala Desa Sarongan Gunoto menjelaskan, longsor terjadi akibat erosi aliran sungai yang terus menggerus bagian bawah sempadan jalan.

Fenomena itu semakin parah seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami bersama pihak Kecamatan Pesanggaran sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Aliran sungai memang terus menggerus area tepi jalan,” ujar Gunoto kemarin (9/2).

Jalur Menyempit dan Membahayakan

Gunoto menuturkan, erosi tersebut tidak hanya membuat lebar jalan semakin menyempit, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan.

Terlebih saat malam hari atau ketika hujan kembali turun dan jarak pandang terbatas.

“Proses erosi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, apalagi saat cuaca buruk,” katanya.

Ia mengungkapkan, kekhawatiran warga sebenarnya sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir. Warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut merasakan badan jalan semakin menipis dan rawan amblas.

“Kami mengapresiasi laporan cepat dari warga. Ini bentuk kepedulian yang patut kita dukung. Kondisi di lapangan memang memerlukan penanganan cepat,” tegasnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Jika tidak segera ditangani, lanjut Gunoto, kerusakan sempadan jalan ini berpotensi mengganggu roda perekonomian warga.

Jalur tersebut merupakan akses penting bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sarongan dan sekitarnya.

“Akses yang terhambat tentu akan mengganggu distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga,” ujarnya.

Tak hanya itu, dampak sosial juga mengintai. Mobilitas siswa menuju sekolah, warga yang hendak berobat ke puskesmas, hingga aktivitas harian lainnya bisa ikut terganggu jika longsoran semakin meluas.

“Kalau kerusakan bertambah lebar, tentu akan mempersulit mobilitas warga dalam berbagai kegiatan sehari-hari,” tambah Gunoto.

Siapkan Rencana Darurat

Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, pemerintah desa kini tengah menyusun rencana penanganan darurat.

Sejumlah opsi mulai dipertimbangkan sembari menunggu koordinasi lanjutan dengan pihak terkait.

“Langkah awal yang mungkin dilakukan adalah rekayasa teknik sederhana untuk mengalihkan aliran air agar tidak terus menggerus sempadan jalan,” jelasnya.

Selain itu, opsi pemasangan bronjong atau penahan buatan lainnya juga menjadi alternatif untuk menahan laju erosi sungai.

“Yang terpenting saat ini adalah mencegah kerusakan bertambah parah sambil menunggu penanganan permanen,” pungkas Gunoto. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pesanggaran #sempadan sungai #banyuwangi #hujan deras #longsor #sarongan