RADARBANYUWANGI.ID – Seorang pemilik warung sego tempong di Banyuwangi ditemukan meninggal dunia di dalam warungnya, Selasa pagi (3/2).
Korban diketahui bernama Lindawati, 66, yang sehari-hari berjualan di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi.
Perempuan lanjut usia tersebut ditemukan dalam kondisi tergeletak di atas kursi di dalam warungnya.
Peristiwa itu sontak menggegerkan warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.20 WIB oleh seorang pelajar yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Hotel Blambangan.
Saat itu, pelajar tersebut hendak sarapan di warung sego tempong milik korban, namun mendapati Lindawati sudah dalam kondisi tidak bergerak.
Berdasarkan data kependudukan, Lindawati tercatat sebagai warga Kampung Timur RT 03/RW 04, Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.
Meski berdomisili di Situbondo, korban diketahui telah berjualan nasi tempong di depan Koperasi Kartika Blambangan, Kodim 0825 Banyuwangi, selama kurang lebih enam bulan terakhir.
Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christianto membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
Menurutnya, setelah mengetahui kejadian itu, saksi langsung melaporkannya ke Pos Pantau Satpol PP setempat.
“Selanjutnya laporan diteruskan ke Polsek Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Hendry.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Banyuwangi Kota bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polresta Banyuwangi segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal terhadap jenazah korban.
“Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan obat-obatan di samping korban. Dugaan awal korban meninggal dunia akibat sakit,” jelas Hendry.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diketahui memang sering mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Sejumlah warga juga menyebut korban kerap terlihat kurang sehat saat berjualan.
“Dari informasi sementara, korban memiliki riwayat penyakit dan sering mengeluh sakit. Di sekitar lokasi juga ditemukan obat-obatan diabetes,” terangnya.
Meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, pihak kepolisian tetap mengevakuasi jenazah ke RSUD Blambangan Banyuwangi.
Langkah tersebut dilakukan untuk pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit. Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tegas Hendry.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses penanganan jenazah selanjutnya.
Peristiwa ini menjadi duka bagi warga sekitar, terutama pelanggan warung sego tempong yang selama ini dikenal ramai di kawasan Jalan Diponegoro. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin