RADARBANYUWANGI.ID - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali diperkirakan masih akan berlangsung panjang.
Cuaca buruk yang disertai arus laut kencang menjadi kendala utama dalam evakuasi kapal berbobot sekitar 400 ton tersebut.
Bahkan, pekerjaan pengangkatan terpaksa dihentikan sementara pada Minggu (2/2) akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani Negara, menjelaskan bahwa meskipun cuaca ekstrem melanda Selat Bali, pengawasan terhadap proses evakuasi tetap dilakukan secara intensif setiap hari.
“Pengawasan terus kami lakukan bersama seluruh stakeholder pelayaran, mulai dari Polair, Basarnas, hingga TNI AL,” ujarnya.
Hingga Senin (2/2), progres pengangkatan bangkai kapal sudah menunjukkan perkembangan.
Setidaknya, empat bagian buritan kapal berhasil diangkat ke permukaan. Namun, proses lanjutan masih sangat bergantung pada kondisi alam yang sulit diprediksi.
Ni Putu menegaskan, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, meski aktivitas pengangkatan dihentikan sementara, pengawasan lalu lintas kapal di Selat Bali tetap berjalan.
Hal ini telah dituangkan dalam notice to marine yang disampaikan kepada seluruh kapal yang beroperasi di jalur penyeberangan tersebut.
“Hari ini (kemarin) memang libur pengangkatan karena cuaca buruk, tapi pengawasan tetap kami lakukan. Bangkai kapal ini menggunakan empat jangkar, sehingga berpotensi mengganggu kapal lain yang melintas jika tidak diawasi,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan PT Buto, selaku pihak yang menangani pengangkatan bangkai kapal, Jonathan Chandra, membenarkan bahwa aktivitas evakuasi kemarin dihentikan sepenuhnya akibat arus laut yang terlalu kencang.
Dalam kondisi normal, proses pengangkatan biasanya dilakukan sejak pagi hingga sore hari.
“Untuk sementara, yang berhasil kami angkat adalah tiga kendaraan truk, serta bagian lambung kapal di area kamar mesin dan anjungan tempat kendaraan,” jelas Jonathan.
Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya menargetkan proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dapat rampung dalam waktu 20 hari.
Namun, melihat dinamika cuaca dan kuatnya arus di Selat Bali, target tersebut berpotensi meleset.
“Awalnya kami targetkan sekitar 20 hari. Tapi melihat kondisi arus seperti ini, kemungkinan proses pengangkatan bisa berlangsung hingga satu bulan bahkan lebih,” tandasnya.
Hingga kini, seluruh pihak terkait masih terus bersiaga dan menunggu kondisi cuaca membaik agar proses evakuasi dapat dilanjutkan dengan aman tanpa membahayakan pekerja maupun pengguna jalur pelayaran Selat Bali. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin