Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kecamatan Sempu Banyuwangi Diteror Maling, Kedai UMKM Jadi Target Modus Rusak Gembok

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 27 Januari 2026 | 01:30 WIB
Orang tak dikenal yang diduga hendak melakukan pencurian terekam kamera pengawas (CCTV) di sebuah kontainer atau stand jualan es teler di Desa/Kecamatan Sempu, pada Sabtu (24/1).
Orang tak dikenal yang diduga hendak melakukan pencurian terekam kamera pengawas (CCTV) di sebuah kontainer atau stand jualan es teler di Desa/Kecamatan Sempu, pada Sabtu (24/1).

RADARBANYUWANGI.ID – Wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur, tengah diteror oleh pencuri yang membobol lapak-lapak UMKM.

Aksi ini bukan hanya menimpa satu kedai, tetapi beberapa usaha mikro, kecil, dan menengah di lokasi sekitar, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang.

Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari, saat seorang pelaku yang diduga hendak melakukan pencurian terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sebuah kontainer atau stand jualan es teler di Kecamatan Sempu.

Pencurian baru diketahui penjaga kedai pada pagi harinya. Berdasarkan rekaman, modus pelaku adalah dengan merusak kunci gembok untuk memasuki stand jualan.

Sebelumnya, pada Kamis (8/1) dini hari, kedai jus Nomu-Nomu di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu juga menjadi korban pencurian dengan kerugian Rp 2 juta. Modus yang digunakan serupa, yakni merusak pengunci lapak.

Polisi Proaktif Meski Belum Ada Laporan

Meski aksi pencurian ini cukup masif, hingga kini belum ada satupun korban yang melapor resmi ke polisi. Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Sempu, AKP Satrio Wibowo.

“Sampai saat ini tidak ada laporan masuk terkait kejadian tersebut,” kata Satrio, Senin (26/1).

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan tindakan preventif guna meredam kekhawatiran para pedagang.

“Kami tetap hadir menyampaikan imbauan. Kebanyakan memang kerugiannya tidak masif sehingga mereka tidak lapor,” tambahnya.

Satrio menekankan, para pedagang yang mayoritas menjalankan UMKM di pinggiran jalan agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kedai, termasuk uang kembalian, tabung gas, atau barang lain yang bernilai.

Hal ini penting untuk mengurangi risiko kerugian saat aksi pencurian terjadi.

Pos Kamling Didorong untuk Aktif

Selain memberikan imbauan, Polsek Sempu juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar pos kamling kembali diaktifkan.

Kehadiran pos kamling dianggap bisa membantu keamanan lingkungan sekaligus menjadi deteksi dini terhadap aksi kriminal.

“Kami imbau setiap daerah aktif lagi pos kamlingnya sehingga bisa ikut membantu keamanan wilayah,” ujar Satrio.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pedagang UMKM di Kecamatan Sempu.

Meski kerugian setiap kali relatif kecil, pola pencurian yang berulang dan modus yang sama menunjukkan bahwa pelaku menargetkan lapak-lapak pinggir jalan dengan akses mudah dan pengawasan minim.

Para pedagang diimbau tetap waspada, meminimalkan barang berharga yang ditinggal di kedai, serta menjaga komunikasi dengan aparat desa dan pihak keamanan agar potensi pencurian bisa dicegah sejak dini.

Insiden di Sempu ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi warga dan aparat untuk menjaga keamanan UMKM, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal di wilayah Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kedai umkm dibobol #sempu #Gembok Dirusak #teror maling #banyuwangi