Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Musim Angin Barat, Pantai Grajagan Banyuwangi Jadi Magnet Peselancar Lokal hingga Mancanegara

Zamrozi Wahyu • Senin, 26 Januari 2026 | 09:30 WIB
BERDIRI: Seorang anak terlihat lihai bermain selancar di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Minggu (25/1).
BERDIRI: Seorang anak terlihat lihai bermain selancar di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Minggu (25/1).

RADARBANYUWANGI.ID - Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjelma menjadi surga peselancar saat memasuki musim angin Barat.

Pada periode ini, karakter ombak di pantai selatan Banyuwangi tersebut dikenal besar, panjang, dan stabil, sehingga sangat cocok untuk olahraga selancar (surfing).

Tak heran, hampir setiap hari Pantai Grajagan dipenuhi para peselancar.

Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga lokal, peselancar domestik dari luar daerah, hingga wisatawan mancanegara (wisman).

Ombak Besar Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu pemilik warung di kawasan Pantai Grajagan, Misaten, mengungkapkan bahwa ramainya peselancar selalu terjadi setiap memasuki musim angin Barat.

“Kalau sudah angin Barat, ombak di Grajagan besar dan bagus. Itu yang membuat banyak peselancar datang untuk menaklukkan ombak,” ujarnya.

Menurut Misaten, pola kedatangan peselancar juga terlihat cukup khas. Peselancar asing biasanya ramai pada pagi dan sore hari, saat kondisi ombak dinilai paling ideal.

Sementara pada siang hari, aktivitas surfing lebih banyak dilakukan oleh peselancar lokal atau warga sekitar.

“Kalau bule biasanya pagi dan sore. Siangnya anak-anak kampung sini atau orang lokal. Banyak juga bule yang sampai menginap di hotel dekat pantai,” tambahnya.

Ramai Desember–April, Lokasi Favorit di Plawangan

Supervisor Wisata Pantai Grajagan, Muryanto, membenarkan tingginya aktivitas selancar tersebut.

Ia menyebut, musim angin Barat yang biasanya berlangsung Desember hingga April selalu menjadi momen paling ramai bagi peselancar.

“Peselancar datang dari warga lokal sampai bule. Ini memang musimnya mereka,” katanya.

Untuk lokasi favorit, Muryanto menyebut area plawangan, atau perairan di sekitar bukit Pantai Grajagan, menjadi titik utama surfing. Namun, kualitas ombak tidak selalu sempurna setiap hari.

“Tidak setiap hari ombaknya bagus. Seperti Rabu (21/1) kemarin ombak sangat bagus dan ramai yang surfing. Diperkirakan kondisi serupa akan terjadi lagi Selasa (27/1),” jelasnya.

Saat ombak berada dalam kondisi ideal, jumlah peselancar bisa melonjak tajam.

Sebaliknya, jika ombak cenderung biasa, aktivitas surfing umumnya hanya dilakukan oleh peselancar lokal.

Hotel Sering Penuh, Wisman Dominasi

Ramainya peselancar turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di kawasan Pantai Grajagan.

Muryanto menyebut, tingkat hunian penginapan di sekitar pantai kerap penuh saat ombak sedang bagus.

“Di sekitar sini ada sekitar 20 kamar hotel. Saat ombak bagus, sering full. Bahkan mereka biasanya sudah booking jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Dalam satu hari, jumlah peselancar yang turun ke laut bisa mencapai 50 orang.

Untuk wisatawan asing, mayoritas berasal dari Eropa dan Australia, yang memang dikenal memiliki budaya selancar kuat.

Alternatif Saat G-Land Tutup

Menariknya, meningkatnya jumlah peselancar di Pantai Grajagan juga dipengaruhi kondisi di Plengkung (G-Land).

Pada musim angin Barat, kawasan surfing kelas dunia tersebut biasanya ditutup karena kondisi ombak yang tidak ideal.

“G-Land bagusnya saat angin Timur. Jadi ketika angin Barat, banyak peselancar pindah ke Grajagan,” beber Muryanto.

Dengan karakter ombak yang menantang dan akses yang relatif mudah, Pantai Grajagan pun semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi surfing unggulan Banyuwangi, terutama saat musim angin Barat. (why)

Editor : Ali Sodiqin
#angin barat #selancar #pantai grajagan #banyuwangi