RADARBANYUWANGI.ID – Seekor ular piton sepanjang sekitar dua meter berhasil dievakuasi oleh tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Srono, Jumat malam (23/1).
Ular tersebut bersarang di atas plafon rumah Rian Hidayat (34), warga Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
Keberadaan binatang melata itu membuat pemilik rumah merasa resah.
Selain menimbulkan rasa takut, ular piton dinilai berpotensi membahayakan penghuni rumah, terutama jika turun ke area dalam rumah.
Tak ingin mengambil risiko, pemilik rumah akhirnya meminta bantuan petugas Damkarmat untuk melakukan evakuasi.
Petugas Damkarmat Sektor Srono Heri Siswanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, laporan dari warga diterima sekitar pukul 23.00.
“Kami menerima laporan tengah malam dari warga terkait adanya ular piton sepanjang dua meter yang ditemukan bersembunyi di atas plafon rumah,” kata Heri, kemarin.
Mendapat laporan tersebut, tim Damkarmat Sektor Srono langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Setibanya di rumah korban, petugas melakukan pengecekan untuk memastikan posisi ular sekaligus menyiapkan peralatan evakuasi.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat posisi ular berada di atas plafon rumah.
Petugas menggunakan alat tangkap ular jenis grabber serta perlengkapan keselamatan untuk meminimalkan risiko gigitan maupun perlawanan dari ular.
“Dengan menggunakan alat tangkap dan perlengkapan safety, ular piton berhasil kami amankan,” jelas Heri.
Proses pengamanan ular piton tersebut berlangsung sekitar satu jam.
Petugas harus memastikan ular benar-benar keluar dari ruang plafon tanpa merusak bagian rumah maupun membahayakan penghuni.
“Proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada korban dalam kejadian ini,” tegasnya.
Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut tidak dibawa ke kantor, melainkan langsung dilepasliarkan ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.
“Setelah dievakuasi, ular kami lepaskan kembali ke habitat alaminya agar tidak membahayakan masyarakat,” ujar Heri.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di musim hujan.
Menurutnya, saat curah hujan tinggi, potensi ular masuk ke permukiman warga cenderung meningkat karena habitat alaminya tergenang atau terganggu.
“Di musim hujan seperti sekarang, sangat rawan ular masuk rumah. Kami minta warga segera melapor jika menemukan kejadian serupa, jangan mencoba menangani sendiri,” pungkasnya.
Kehadiran Damkarmat diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah potensi bahaya akibat keberadaan satwa liar di lingkungan permukiman. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin