Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Banyuwangi Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter, Pelayaran Diminta Waspada

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 24 Januari 2026 | 01:30 WIB

PERINGATAN DINI: Para nelayan diimbau meningkatkan kewaspadaan terkait cuaca ekstrem hingga Sabtu (24/1).
PERINGATAN DINI: Para nelayan diimbau meningkatkan kewaspadaan terkait cuaca ekstrem hingga Sabtu (24/1).

RADARBANYUWANGI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Banyuwangi.

Peringatan tersebut berlaku sejak Selasa (20/1) hingga Sabtu (24/1).

Selama periode tersebut, ketinggian gelombang laut diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, kondisi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Aryo menjelaskan, potensi gelombang tinggi paling signifikan diperkirakan terjadi di perairan selatan Banyuwangi.

Wilayah tersebut memang dikenal lebih terbuka terhadap pengaruh dinamika cuaca di Samudera Hindia.

“Untuk kondisi perairan, terutama di wilayah pesisir selatan Banyuwangi, diprakirakan ketinggian gelombang dapat mencapai 2,5 hingga 4,0 meter atau masuk kategori tinggi,” ujar Ibnu.

Dipicu Bibit Siklon Tropis di Samudera Hindia

Menurut Ibnu, fenomena gelombang tinggi ini dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis yang terdeteksi di Samudera Hindia, dekat wilayah Australia.

Sistem cuaca tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa, termasuk Banyuwangi.

“Gelombang tinggi ini dikarenakan adanya bibit siklon di Samudera Hindia dekat Australia yang memengaruhi pola angin dan kondisi laut di wilayah kita,” jelasnya.

Selain perairan selatan Banyuwangi, BMKG juga memprakirakan potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter terjadi di Selat Bali bagian selatan.

Kondisi ini dinilai cukup berisiko, terutama bagi aktivitas nelayan tradisional serta transportasi laut yang melintas di jalur tersebut.

Nelayan dan Transportasi Laut Diminta Lebih Waspada

BMKG Banyuwangi menegaskan bahwa kondisi gelombang tinggi dapat berdampak langsung pada keselamatan pelayaran.

Karena itu, sejumlah ambang batas risiko juga disampaikan sebagai pedoman bagi pengguna transportasi laut.

Ibnu menyebut, perahu nelayan berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin melampaui 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Adapun untuk kapal ferry, risiko meningkat signifikan jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang mencapai atau melebihi 2,5 meter.

“Ambang batas ini perlu menjadi perhatian serius bagi operator kapal maupun nelayan sebelum memutuskan untuk melaut,” tegasnya.

Imbauan Keselamatan bagi Masyarakat Pesisir

BMKG Banyuwangi juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak gelombang tinggi, seperti abrasi, limpasan air laut, maupun risiko kecelakaan di laut.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir serta para pengguna jasa transportasi laut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini ini,” pungkas Ibnu.

BMKG mengingatkan agar seluruh pihak terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti arahan dari otoritas setempat demi keselamatan bersama. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pelayaran #Gelombang Tinggi #nelayan #bmkg #cuaca ekstrem #selat bali #banyuwangi #penyeberangan