Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Satlantas Polresta Banyuwangi Selidiki Tewasnya Bocah 6 Tahun Tertabrak Motor di Jalan Cemara Kebalenan

Bagus Rio Rohman • Senin, 19 Januari 2026 | 07:30 WIB

Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang bocah berinisial JRA, 6 tahun.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Cemara, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, pada Kamis (15/1) siang.

Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi mata, keluarga korban, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Selain saksi, pengemudi sepeda motor Suzuki Skydrive bernomor polisi P 43 XX, berinisial H, 52, warga Kecamatan Glagah, juga menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sebelumnya, pengemudi motor tersebut sempat disebut berjenis kelamin pria, namun hasil pemeriksaan memastikan bahwa pengendara merupakan seorang perempuan.

Rekannya yang saat itu dibonceng, perempuan berinisial S, 48, warga Jember, turut dimintai keterangan oleh penyidik.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu, menegaskan bahwa penanganan perkara kecelakaan tersebut dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Saat ini, kasus masih berada pada tahap penyelidikan.

“Masih tahap penyelidikan. Kami tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam insiden tersebut,” tegas Ipda Andi Restu, kemarin.

Ia menambahkan, dalam setiap penanganan perkara kecelakaan lalu lintas, kepolisian selalu mengedepankan prinsip profesionalitas dan netralitas.

Menurutnya, tidak ada keberpihakan terhadap pihak manapun, baik korban maupun terduga pelaku.

“Kami tidak ada keberpihakan kepada siapapun, baik ke korban maupun ke terduga pelaku. Semua kami proses sesuai SOP yang berlaku,” katanya.

Andi menjelaskan, seluruh tahapan pemeriksaan masih terus berjalan. Mulai dari pemeriksaan saksi, pengemudi sepeda motor, hingga keluarga korban.

Proses tersebut memerlukan waktu guna memastikan kepastian hukum atas peristiwa kecelakaan tersebut.

“Tentu kita melakukan proses hukum sesuai tahapan. Karena untuk kepastian hukumnya memang membutuhkan proses. Apalagi dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas, pada prinsipnya tidak ada unsur kesengajaan,” tegasnya.

Sementara itu, ayah korban JRA, Jois, mengaku masih menjalani proses administrasi dan pengurusan berkas di Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi.

Ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait peristiwa yang menimpa putranya.

“Saya masih melakukan pengurusan di Satlantas. Mungkin setelah pengurusan itu saja, Mas,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan pejalan kaki itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, sepeda motor Suzuki Skydrive melaju dari arah timur dengan membawa dua penumpang.

Pada saat bersamaan, korban JRA, 6 tahun, warga Banyuwangi, menyeberang jalan dari arah selatan.

Karena jarak yang terlalu dekat, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat menghindar hingga akhirnya menabrak korban.

Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini pun menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta menjadi perhatian masyarakat sekitar. (rio)

Editor : Ali Sodiqin
#bocah ditabrak motor #banyuwangi