RADARBANYUWANGI.ID – Upaya pencarian terhadap Alapi Hariyono, 63, pemotong rumput asal Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, yang diduga hilang terbawa arus sungai, memasuki hari keempat pada Minggu (11/1).
Hingga Minggu sore, pencarian yang dipusatkan di kawasan Pantai Bomo, Dusun Krajan, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, masih belum membuahkan hasil.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Damkarmat, pemerintah desa, masyarakat, serta keluarga korban terus melakukan upaya maksimal.
Penyisiran dilakukan di perairan Selat Bali menggunakan perahu karet, menyusul adanya informasi dari nelayan yang mengaku melihat jenazah di sekitar perairan Pantai Bomo.
Penyisiran Laut Diperluas
Anggota Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan, mengatakan bahwa pencarian di hari keempat difokuskan di wilayah laut karena adanya kabar burung dari nelayan setempat.
“Pada hari ketiga pencarian kami fokus di Pantai Bomo karena ada informasi nelayan yang melihat jenazah di tengah laut pada Jumat (9/1) malam. Namun untuk hari ini belum ada laporan lanjutan dari nelayan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari keempat ini tim melakukan penyisiran di Selat Bali menggunakan dua perahu karet. Area pencarian diperluas untuk memaksimalkan kemungkinan menemukan korban.
“Penyisiran dimulai dari Pantai Bomo ke arah utara sampai Pantai Blimbingsari. Sedangkan ke arah selatan sampai perairan timur Sembulungan,” terangnya.
Namun hingga operasi dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun jenazah di tengah laut.
“Dua perahu yang kami gunakan masing-masing milik Basarnas dan TNI AL Pos Blimbingsari,” tambah Andi.
Nelayan Turut Dilibatkan
Kanit Polairud Muncar, Aipda Wayan Wedhana, mengatakan pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan para nelayan setempat untuk membantu pencarian.
Pasalnya, nelayan merupakan pihak yang paling sering beraktivitas di Selat Bali.
“Kami meminta bantuan para nelayan yang melaut agar ikut mengamati dan melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Diduga Hanyut Saat Hujan Deras
Seperti diberitakan sebelumnya, Alapi Hariyono dilaporkan hilang sejak Kamis sore (8/1). Ia diduga hanyut terbawa arus Sungai Kemepag di Dusun Kembo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.
Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya alat potong rumput milik korban yang tersangkut di ranting pohon di aliran sungai.
Kapolsek Singojuruh, AKP Achmad Rudy, menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu korban sedang memotong rumput di area persawahan.
“Sekitar pukul 15.00 WIB turun hujan deras. Korban berteduh di pondok bersama Endang Suyitno yang masih kerabatnya,” jelasnya.
Setelah hujan reda, Suyitno pulang lebih dulu untuk mengantarkan cabai ke rumah. Saat itu korban masih berada di pondok.
“Setelah mengantar cabai, saksi kembali ke pondok, namun korban sudah tidak ada. Awalnya dikira sudah pulang,” terangnya.
Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.
Pihak keluarga dan tim gabungan berharap adanya informasi lanjutan dari masyarakat maupun nelayan yang melintas di sekitar lokasi pencarian. (why)
Editor : Ali Sodiqin