Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Banyuwangi Diminta Waspadai Banjir dan Longsor hingga 10 Januari

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 5 Januari 2026 | 02:30 WIB
AKIBAT LUAPAN KALI BAGONG: Hujan deras yang melanda Banyuwangi Senin lalu (17/11) mengakibatkan genangan air di Jalan S Parman, Kelurahan Pakis.
AKIBAT LUAPAN KALI BAGONG: Hujan deras yang melanda Banyuwangi Senin lalu (17/11) mengakibatkan genangan air di Jalan S Parman, Kelurahan Pakis.

RADARBANYUWANGI.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi sejak awal tahun hingga Sabtu (10/1).

Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi.

Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan hujan es.

Kondisi tersebut berisiko memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (1/1), menyampaikan bahwa seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan beberapa daerah diperkirakan sudah berada pada puncak musim hujan.

“Dalam sepuluh hari ke depan diprakirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, suhu muka laut di perairan sekitar Selat Madura yang masih cukup hangat serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Aryo menyebutkan bahwa puncak musim hujan di Banyuwangi umumnya terjadi pada awal tahun, yakni pada Januari hingga Februari.

“Hal ini disebabkan oleh angin baratan yang sudah stabil dan menguat sehingga membawa uap air dalam jumlah besar,” ujar Ibnu.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan prediksi curah hujan dari BMKG Banyuwangi, sebagian besar kecamatan di Bumi Blambangan saat ini telah memasuki puncak musim hujan.

Beberapa wilayah yang mengalami puncak hujan pada Januari hingga Februari di antaranya Kecamatan Kalipuro, Licin, Songgon, Banyuwangi, dan sejumlah daerah lainnya.

Namun demikian, terdapat empat kecamatan yang sudah lebih dahulu mengalami puncak musim hujan pada akhir tahun lalu, yaitu Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Sempu, dan Genteng. (ray/sgt)

 

Editor : Ali Sodiqin
#Januari #bmkg #puncak musim hujan #curah hujan #februari