RADARBANYUWANGI.ID – Pengujung libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) nyaris menjadi petaka bagi pelajar asal SMAN 1 Arjasa, Jember, Devi Rahmadani.
Ia mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Ranti, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu petang (3/1).
Kondisi tersebut membuat tim pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) gabungan harus melakukan upaya evakuasi untuk menyelamatkan pelajar berusia 17 tahun ini.
Ia ditemukan di Pos 3 jalur pendakian setelah petugas mendapat laporan dari pendaki lain yang turun lebih dulu.
Laporan awal yang diterima posko pendakian menyebutkan adanya dugaan pendaki kesurupan. Namun, hasil kajian petugas memastikan kondisi tersebut disebabkan kedinginan akut.
Dari catatan petugas SAR, korban naik melalui Desa Tamansari bersama rombongan pendaki Sispala SMAN 1 Arjasa.
Laporan terkait kondisi siswa asal Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember itu diterima pada Sabtu sekitar pukul 14.30.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Basarnas, Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Satgas Gunung Ranti, Sispala SMAN 1 Arjasa, dan Banyuwangi SAR Independent itu akhirnya berhasil mengevakuasi korban ke Pos Gunung Ranti sekitar pukul 18.40.
“Secara logika dan kajian lapangan, yang bersangkutan mengalami hipotermia,” kata Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat Muklisin.
Setelah mendapat laporan, petugas posko kemudian menghubungi Satuan Tugas Gunung Ranti yang langsung bergerak melakukan penjemputan dengan melibatkan SAR Gunung Ijen, Basarnas, dan Damkarmat.
Sebelum proses evakuasi, tim memastikan kondisi fisik korban. Setelah dinilai tidak memungkinkan turun sendiri, korban dievakuasi menggunakan tandu dan diberikan alat penghangat selama perjalanan.
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan ringan dengan suhu sekitar 14 derajat Celsius. “Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan berangsur pulih setelah mendapat penanganan,” ujar Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banyuwangi Novix Heryadi.
Sementara itu, Muklisin menyebut, insiden ini terjadi di tengah lonjakan kunjungan pendakian Gunung Ranti selama momen libur Nataru. Jumlah pendaki meningkat hingga 300 persen dibanding hari biasa.
“Di hari normal sekitar 30–50 pendaki per hari, akhir pekan 100–150 orang. Saat libur Nataru ini bisa mencapai 400 pendaki per hari,” terangnya.
Mayoritas pendaki berasal dari kalangan anak muda yang memanfaatkan libur sekolah dan kuliah.
Seiring tingginya minat pendakian, Muklisin mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan jalur legal dengan mendaftarkan diri melalui aplikasi tiket pendakian resmi.
Menurutnya, pendakian gunung merupakan wisata minat khusus yang menuntut kesiapan fisik dan kelengkapan.
“Saat memesan tiket ada syarat yang harus dipenuhi. Tidak semua orang mau dan mampu, sehingga pendaki wajib memenuhi kriteria keselamatan,” tandasnya.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Yoppy Bayu Irawan melalui Humas dan Operator Komunikasi Muammar Qadafi menyatakan korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke base camp Gunung Ranti.
“Selanjutnya dilakukan debriefing (wawancara) dan operasi SAR dinyatakan selesai,” katanya. (fre/ ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin