Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dualisme PBNU Berdampak ke Daerah, Konfercab NU Banyuwangi Tetap Digelar Meski Ada Surat Penundaan

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 28 Desember 2025 | 11:55 WIB
Panitia melaksanakan rapat gabungan yang membahas persiapan Konferensi Cabang NU di rumah makan Seblang, Singojuruh, Sabtu (27/12).
Panitia melaksanakan rapat gabungan yang membahas persiapan Konferensi Cabang NU di rumah makan Seblang, Singojuruh, Sabtu (27/12).

RADARBANYUWANGI.ID – Diualisme kepengurusan PBNU berdampak di daerah. Di Banyuwangi rencana menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) yang sedianya dilaksanakan pada 7 Januari 2026 di Kampus UIMSYA Blokagung mengalami sedikit kendala.

Pasalnya, PCNU Banyuwangi lewat surat yang ditandatangani Ketua Tanfidziyah Kiai Sunandi Zubaidi dan Sekretarisnya Abdul Aziz mengeluarkan surat bernomor 283/PC.03/A.I.02.03/1612/12/2025 tentang penundaan Konfercab yang ditujukan kepada Tanfidziyah MWC.Dasar penundaan adalah terbitnya lima surat dari PBNU.

Menyikapi surat penundana tersebut, panitia Konfercab tidak ambil pusing. Sabtu (27/12), panitia tetap menggelar rapat persiapan di rumah makan Sebang, Singojuruh.

Hasil rapat yang dihadiri pengurus Syuriyah dan Katib menegaskan Konfercab tetap digelar di Kampus UIMSYA pada tanggal 7 Januari 2026.

”Surat penundaan Konfercab yang tandatangani Ketua  Tanfidziyah dan sekretaris tidak sah karena tidak melalui rapat pleno.  Konfercab jalan terus karena dasarnya surat persetujuan dari PBNU. Kita akan tetap kawal jalannya Konfercab,’’ tegas ketua panitia Konfercab PCNU Banyuwangi, Moh. Karyono.

Menanggapi surat dari Tanfidziyah,  Rais Syuriyah KH  Masykur Ali dan Katib KH Ahmad Ghazali langsung mengeluarkan surat pernyataan bernomor 285/PC.02/A.II.07.03/1612/12/2025.

Menanggapi adanya dinamika dan berbagi informasi yang berkembang terkait pelaksanaan Konfercab NU, mereka menegaskan sebagai berikut. 

Peratama, Konfercab NU Banyuwangi tetap dilaksanakansesuai dengan surat persetujuan dari PBNU yang mengizinkan pelaksanaan pada tanggal 7 Januari 2026 di UIMSYA Blokagung.

Kedua, pelaksanaan Konfercab telah melalui proses  persiapan dan koordinasi sesuai mekanisme  organisasi yang berlandaskan  Peraturan PBNU nomor 02/VII/2024 tentang pedoman pelaksanaan Konferensi. 

Ketiga, panitia pelaksana Konfercab tetap berdasarkan  hasil rapat  harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada tanggal 10 November 2025 dan surat keputusan  PCNU Banyuwangi nomor 251/PC.01/A.II.01.03/1612/11/2025 tentang pengesahan panitia pelaksana kegitan Konfercab NU Banyuwangi.

”Seluruh pihak diharapkan untuk tetap menjaga kondusivitas, menjunjung tinggi ukhwah nahdliyah, serta  mengormati keputusan organisasi demi kelanxcaran dan suksesnya pelaksanaan Konfercab,’’ pinta Karyono.

Diberitakan sebelumnya, setelah mendapat persetujuan dari PBNU, panitia Konfercab NU Banyuwangi langsung tancap gas.  

Rabu lalu (24/12), panitia  menggelar rapat teknis di kampus  Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Tegalsari.

Sejak awal mereka sepakat menggelar konferensi pada 7 Januari 2026 dan tempatnya di UIMSYA.

Dasar penetapan ini atas persetujuan  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tema yang diangkat dalam Konfercab kali ini adalah “Meneguhkan Khidmah, Merajut Harmoni”.

Karyono menyatakan kesiapannya  menjalankan amanah organisasi tersebut sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku dalam NU.

”Panitia berkomitmen penuh menjaga netralitas dalam seluruh tahapan Konfercab. Panitia bersikap netral dan hanya fokus menyukseskan pelaksanaan Konfercab PCNU Banyuwangi. Panitia tidak berpihak dan tidak terlibat dalam kepentingan calon mana pun,” tegas Karyono. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Dualisme NU #pcnu #Konfercab #banyuwangi #pbnu