Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dishub Jatim Petakan Puluhan Titik Rawan Macet Nataru 2025–2026, Ini Jalur Tol dan Arteri Perlu Diwaspadai

Ali Sodiqin • Rabu, 24 Desember 2025 | 15:57 WIB

Penampakan Pelabuhan ASDP Ketapang dari udara.
Penampakan Pelabuhan ASDP Ketapang dari udara.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memetakan puluhan titik rawan kemacetan di berbagai wilayah menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Potensi kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi baik di jalur arteri, jalur tol, hingga ruas jalan yang terdampak aktivitas pasar tumpah.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, mengatakan pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang akhir tahun.

“Titik kemacetan sudah kami petakan, ada yang di jalur arteri maupun di jalur tol. Termasuk kemacetan akibat pasar tumpah,” ujar Ainur Rofiq di Surabaya, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, potensi kemacetan dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan pribadi, arus mudik dan wisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang masih tinggi, terutama di kawasan pasar tradisional.

Baca Juga: Tidak Sempat ke Gereja? Ini Link Live Streaming Perayaan Natal 2025

Titik Rawan Kemacetan Jalur Arteri

Di wilayah Kota Surabaya, sejumlah ruas diprediksi padat, di antaranya Exit Tol Warugunung, Jalan Ir Soekarno (MERR), serta Jalan Rolak Gunungsari yang kerap menjadi jalur alternatif.

Sementara di Sidoarjo, kepadatan berpotensi terjadi di Bypass Krian, Jalan Raya Sepanjang, dan Simpang Tiga Medaeng.

Jalur ini menjadi penghubung utama Surabaya–Mojokerto dan Surabaya–Gresik.

Di Gresik, titik rawan kemacetan meliputi Exit Manyar–Gresik–Tuban (jalur Pantura), Ruas Duduk Sampeyan, serta Jalan Pegaden dari Tugu Manyar hingga Simpang Tiga Tol Manyar.

Untuk wilayah Mojokerto, kepadatan diperkirakan terjadi di Simpang Empat Kenanten dan Jalan Raya Mojoagung.

Sedangkan di Jombang, potensi kemacetan berada di Exit Tol Bandar dan Perlintasan Sebidang Bandar.

Di wilayah Madiun, jalur Jalan Raya Madiun–Surabaya menjadi salah satu titik yang perlu diantisipasi karena kerap dilintasi kendaraan antarkota.

Baca Juga: Daftar Lengkap Kuliah Gratis dan Ikatan Dinas 2025, Referensi Penting Lulusan SMA/SMK

Wilayah Wisata Paling Rawan

Dishub Jatim juga menyoroti kawasan wisata yang diprediksi padat selama Nataru. Di Kota Batu, kepadatan berpotensi terjadi di Jalan Ir Soekarno, Jalan Pattimura, serta Simpang Pendem.

Sementara di Kota Malang, titik rawan kemacetan meliputi Jalan Raya Tlogomas, Jalan Panji Suroso, dan Jalan Kolonel Sugiono.

Adapun di Kabupaten Malang, kepadatan diperkirakan terjadi di kawasan Pasar Lawang, Simpang Tiga Karangploso, Jalan Raya Karanglo, dan Jalan Raya Bululawang.

Untuk wilayah Lumajang, Dishub mencatat Ruas Probolinggo–Lumajang sebagai jalur yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan.

Sementara di Banyuwangi, kepadatan diperkirakan terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang seiring meningkatnya arus penyeberangan.

Di wilayah Sampang, potensi kemacetan berada di batas Kota Sampang hingga batas Pamekasan.

Baca Juga: Twibbon Natal 2025 Gratis dan Terbaru, Ini 15 Link dan Cara Pakainya

Titik Rawan Kemacetan di Jalan Tol

Selain jalur arteri, Dishub Jatim juga memetakan sejumlah titik rawan di jalan tol.

Di antaranya Exit Tol Bandar, Exit Tol Pandaan, Gate Tol Singosari, KM 12 Jembatan Gunung Sari Tol Surabaya–Gempol, Gate Tol Sidoarjo II, Gate Tol Japanan Utama, serta KM 763 Tol Porong–Sidoarjo.

Pasar Tumpah Jadi Pemicu Kepadatan

Faktor lain yang tak kalah berpengaruh adalah aktivitas pasar tumpah.

Dishub mencatat setidaknya 15 lokasi pasar yang berpotensi menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, antara lain Pasar Tanah Merah, Pasar Blega, Pasar Galis, Pasar Ikan Camplong, Pasar Wonokromo, Pasar Krian, Pasar Duduk Sampeyan, Pasar Babat, Pasar Bagor, hingga Pasar Lawang dan Pasar Singosari.

Dishub Jatim mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memanfaatkan informasi lalu lintas terkini, serta memilih waktu dan jalur alternatif guna menghindari kepadatan.

“Koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait terus dilakukan agar arus lalu lintas selama Nataru tetap lancar dan aman,” pungkas Ainur Rofiq. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #dishub jatim #Tahun Baru #rawan macet #Pasar Tumpah #jalur arteri #Libur Natal