Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kasus Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Masuk Meja Hijau, Tiga Tersangka Segera Disidang di PN Banyuwangi

Bagus Rio Rohman • Rabu, 17 Desember 2025 | 11:00 WIB
Keluarga korban memadati Pelabuhan Ketapang saat tenggelamnya KMP Tunu di Selat Bali, beberapa waktu lalu.
Keluarga korban memadati Pelabuhan Ketapang saat tenggelamnya KMP Tunu di Selat Bali, beberapa waktu lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Usai dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, tiga tersangka tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi untuk segera disidangkan.

Ketiga tersangka terdaftar dengan nomor perkara terpisah.

Nurdin Yuswanto terdaftar dengan nomor perkara 477/Pid.B/2025/PN Byw, Sandi Wariawan dengan nomor 478/Pid.B/2025/PN Byw, dan Erick Imbawani 479/Pid.B/2025/PN Byw.

Ketiganya akan menjalani sidang perdana secara bersamaan pada Selasa mendatang (23/12) dengan agenda pembacaan dakwaan.

"Perkaranya sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Ketiganya akan sidang dalam pekan depan," ujar Kasi Pidum Kejari Banyuwangi, Agus Haryono.

Agus mengatakan, BAP ketiga tersangka dilakukan secara terpisah (displit). "Meski berkasnya  berbeda, perkara ketiganya saling berkaitan. Kemungkinan sidang dilakukan secara bersama-sama," katanya.

Sementara itu, setelah dilimpahkan ke kejaksaan, penahanan ketiga tersangka  dititipkan ke  Lapas kelas IIA Banyuwangi.

Sembari menunggu persidangan, ketiga tersangka  dimasukkan ke sel mapenaling (masa pengenalan lingkungan).

Di penjara yang beralamat di Jalan Letkol Istiqlah tersebut, ketiganya diberlakukan sama dengan tahanan lain. Pihak Lapas tetap menerapkan standar operasional prosedur (SOP).

"Kita tetap laksanakan sesuai SOP, tidak ada perlakuan khusus meski tahanan milik kejaksaan," tegas Kalapas Banyuwangi, Wayan Nurastra Wibawa.

Menurut Wayan, tahanan baru memang harus dimasukkan ke ruang mapenaling tidak dibedakan kasusnya. Selama berada di dalam sel, ketiganya dikumpulkan dengan sembilan tahanan baru.

Mereka seluruhnya merupakan tahanan pelimpahan dari Kejaksaan  Banyuwangi. "Seluruh tahanan tidak pernah kami bedakan," tegasnya.

Penempatan di sel mapenaling memang ada batas waktunya. Tahanan baru masuk menempati sel mapenaling selama delapan hari.

"Jadi selama delapan hari masih di sel mapenaling, baru nantinya akan dimasukkan ke dalam tahanan blok para napi," ungkapnya.

Wayan menambahkan, untuk kunjungan pihak keluarga memang diperbolehkan, tapi tetap sesuai prosedur SOP.

"Sudah ada jadwal kunjungan bagi masyarakat, sehingga keluarga bisa memanfaatkannya," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tenggelamnya kapal muatan penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang menewaskan puluhan  penumpang, menyeret tiga orang sebagai tersangka.

Ketiganya bertanggung jawab atas tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada awal Juli 2025 lalu.

Ketiganya adalah Nurdin Yuswanto sebagai Mualim II KMP Tunu Pratama Jaya, Sandi Wirawan sebagai Kepala Kamar Mesin, Erik Imbawani sebagai Mualim I. Penetapan ketiganya sebagai tersangka dari hasil penyidikan Ditpolairud Polda Jatim. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pn banyuwangi #KMP Tunu Pratama Jaya #tersangka #selat bali #kapal tenggelam