RADARBANYUWANGI.ID - Warga Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dibuat resah oleh aksi teror lempar batu yang dilakukan orang tak dikenal (OTK).
Teror tersebut menimpa rumah salah satu warga, Siti Aisyah (33), hingga menyebabkan kaca kamar tidurnya pecah pada Sabtu (13/12) dini hari.
Beruntung, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa maupun luka. Saat kejadian, penghuni rumah tengah beristirahat sehingga pecahan kaca tidak mengenai siapa pun.
Meski demikian, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai jutaan rupiah akibat kerusakan pada bangunan rumah.
Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari korban. Polisi mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang bukti.
“Sesaat setelah korban melapor, kami langsung menuju lokasi kejadian,” kata Sujarwadi, Minggu (14/12).
Kaca Pecah, Polisi Amankan Dua Batu
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi kamar tidur korban tampak porak-poranda. Pecahan kaca jendela masih berserakan akibat lemparan batu.
Polisi sengaja tidak membersihkan pecahan kaca tersebut guna kepentingan penyelidikan.
“Kami menemukan barang bukti berupa dua batu berukuran kurang lebih satu kepal tangan orang dewasa, serta pecahan kaca jendela kamar,” jelas Sujarwadi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, batu diduga dilemparkan secara sengaja ke arah jendela kamar korban, sehingga menimbulkan suara keras dan kepanikan di dalam rumah.
Korban Sudah Diperiksa, Semua Penghuni Perempuan
Polisi telah memeriksa korban untuk menggali keterangan lebih lanjut.
Menurut Sujarwadi, rumah tersebut dihuni oleh perempuan semua, sehingga peristiwa itu menimbulkan rasa takut dan trauma bagi penghuni.
“Saat ini korban sudah kami periksa. Keterangan-keterangan terus kami dalami untuk mengungkap pelaku,” tegasnya.
Polsek Genteng menyatakan komitmennya untuk mengungkap kasus teror tersebut agar tidak terulang dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Dugaan Motif Sakit Hati
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, muncul dugaan sementara bahwa teror lempar batu tersebut dilakukan oleh mantan pacar salah satu anak korban yang masih duduk di bangku SMP.
Aksi itu diduga dipicu rasa sakit hati setelah hubungan asmara diputus oleh anak korban.
“Masih sebatas dugaan sementara. Saat ini kasus masih terus kami kembangkan untuk memastikan pelaku dan motif sebenarnya,” pungkas Sujarwadi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor ke pihak berwajib jika mengalami atau mengetahui kejadian serupa.
Aparat juga memastikan akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah Genteng guna menjaga rasa aman warga. (*)
Editor : Ali Sodiqin