RADARBANYUWANGI.ID – Masyarakat Banyuwangi diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruang pada Senin (8/12/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi udara kabur menyelimuti sebagian wilayah Banyuwangi.
Setidaknya tiga kecamatan diprediksi terdampak fenomena ini, yakni Singojuruh, Songgon, dan Sempu.
Baca Juga: Dinas PU Banyuwangi Gencarkan Bersih Sungai untuk Cegah Banjir dan Jaga Ekosistem Lingkungan
Kondisi udara kabur tersebut dipicu oleh bertumpuknya partikel kecil seperti debu, asap, polusi, atau uap air yang memenuhi atmosfer.
Akibatnya, jarak pandang menurun dan berpotensi mengganggu aktivitas transportasi, terutama pada pagi dan sore hari.
Masyarakat yang rentan gangguan pernapasan juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Kemenhaj Banyuwangi Naik Status Jadi Tipologi A, Layani CJH Terbesar di Jatim
Sementara itu, untuk 23 kecamatan lainnya di Banyuwangi, cuaca diperkirakan cenderung berawan sepanjang hari.
Meski tidak ada potensi hujan lebat dalam prakiraan sementara ini, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Suhu udara di daerah berjuluk The Sunrise of Java itu berkisar antara 19–31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif cukup tinggi, yakni 65–97 persen.
Kondisi tersebut dapat memicu udara terasa gerah pada siang hari meski langit tampak berawan.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Gelar Ramp Check Armada Bus, Fokus Sistem Rem Demi Keselamatan Nataru
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berkegiatan di area pegunungan atau pesisir agar tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru.
Pembaruan bisa diakses melalui laman resmi BMKG atau aplikasi siaga cuaca yang tersedia.
Prakiraan cuaca ini diperbarui BMKG pada pukul 15.20 WIB.
Mengingat kondisi atmosfer dinamis dan dapat berubah kapan saja, masyarakat diminta tidak mengabaikan informasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh instansi terkait. (*)
Editor : Ali Sodiqin