RADARBANYUWANGI.ID - Banjir bandang menerjang wilayah Kota Batu, Jawa Timur, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di lereng Gunung Arjuno, Kamis (4/11), sekitar pukul 14.00 WIB.
Luapan deras aliran sungai membawa material lumpur, batu, hingga potongan kayu dan puing bangunan yang kemudian menghantam permukiman warga di Kecamatan Bumiaji.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu melaporkan bahwa 15 warga hanyut terseret banjir bandang.
Baca Juga: Supermoon Cold Moon 2025, Mengapa Bulan Tampak Lebih Besar dan Terang?
Hingga Kamis malam, empat di antaranya telah ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 11 lainnya masih dalam pencarian.
“Empat orang sudah ditemukan, Alhamdulillah selamat semua. Tinggal 11 orang yang belum ditemukan,” jelas Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim, melalui sambungan telepon, seperti dilansir dari laman bnpb.go.id.
Arus Sungai Sangat Deras, Material Bawa Kerusakan
Visual lapangan BPBD menunjukkan arus anak Sungai Brantas di Desa Sumber Brantas melaju sangat deras dengan membawa berbagai material dari kawasan hulu.
Tidak hanya lumpur, namun juga batu-batu besar, potongan kayu, serta puing bangunan terbawa hingga ke permukiman.
Banjir bandang ini berdampak pada lima desa di Kecamatan Bumiaji, yakni:
-
Desa Sumber Brantas
-
Desa Bulu Kerto
-
Desa Tulung Rejo
-
Desa Padang Rejo
-
Desa Sidomulyo
“Yang terdampak ini lima desa yang dialiri anak sungai Brantas,” tambah Rochim.
Kerugian Materiil Mulai Terdata
BPBD Kota Batu mencatat kerugian sementara berupa empat kendaraan warga yang hanyut serta satu rumah yang terendam banjir.
Pendataan kerusakan lainnya masih berlangsung karena sebagian wilayah masih sulit diakses.
Petugas BPBD bersama TNI, Polri, relawan dan perangkat desa terus melakukan kaji cepat, pendataan, serta penyiapan lokasi pengungsian bagi warga yang terdampak.
Tim SAR Fokus Pencarian dan Pembersihan Jalur Vital
Memasuki malam hari, operasi penanganan darurat difokuskan pada pencarian para korban dan evakuasi warga yang masih berada di area rawan.
Petugas juga melakukan pembersihan jalur vital yang tertutup lumpur dan material banjir.
“Untuk malam ini fokus pencarian pertolongan dan pembersihan, terutama pemulihan sarana prasarana jalan yang tertutup lumpur,” kata Rochim.
Baca Juga: Prediksi Bournemouth vs Chelsea: The Blues Terancam Dipermalukan di Vitality Stadium?
Banjir Juga Terjadi di Kota Malang
Dampak hujan deras di hulu DAS Brantas tidak hanya dirasakan di Kota Batu.
BPBD Kota Malang melaporkan banjir juga melanda sejumlah permukiman di Kecamatan Klojen.
Air meluap membawa material kayu dan sampah hingga menggenangi permukiman di Kelurahan Samaan dan Jatimulyo.
“Di Jatimulyo, air sudah meluap ke permukiman dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter,” terang Asmi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang.
Satu jembatan rusak akibat kuatnya arus sungai. Sementara kerugian materiil dan data korban masih dalam proses pendataan.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini; Jawa Timur Masuk Status Waspada
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Timur yang diprediksi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang hingga Jumat (5/11).
Baca Juga: Mulai Tanggal Ini, Tol Probowangi Seksi 1-2 Dibuka Fungsional Saat Libur Nataru
BMKG juga menetapkan status waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
BPBD Jawa Timur telah meneruskan peringatan dini tersebut ke seluruh BPBD kabupaten/kota agar disosialisasikan kepada masyarakat dan pihak terkait.
BNPB Minta Kesiapsiagaan Ditingkatkan Hadapi Dampak La Niña
Dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan BNPB-BPBD menghadapi dampak La Niña, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito menegaskan bahwa seluruh daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan.
Fenomena La Niña menurut BMKG telah meningkatkan intensitas hujan sejak Agustus dan diprediksi berlangsung hingga Februari 2022.
“La Niña harus kita antisipasi bersama. Kesiapsiagaan harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ganip.
Ia menekankan agar kabupaten/kota memperkuat mitigasi bencana, mengingat fenomena ini dapat memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Pada level yang lebih kecil yaitu kabupaten-kota, kewaspadaan serta mitigasi dampak La Niña mutlak dilakukan,” tandasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin