Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebakaran Mesin Dust Collector di Pabrik Triplek Kabat Banyuwangi, Kerugian Capai Rp 100 Juta

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 2 Desember 2025 | 13:45 WIB
Petugas Damkarmat sedang memadamkan api di area Pabrik PT Albasia Prima Lestari (APL) di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Senin (1/12).
Petugas Damkarmat sedang memadamkan api di area Pabrik PT Albasia Prima Lestari (APL) di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Senin (1/12).

RADARBANYUWANGI.ID - Kebakaran menghanguskan mesin dust collector (penghisap debu) di PT Albasia Prima Lestari (APL) yang bergerak di bidang pembuatan triplek di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, kemarin pagi (1/12).

Insiden kebakaran pada pukul 08.00 tersebut menimbulkan kerugian cukup besar, yakni sekitar Rp 100 juta.

Butuh penanganan hampir lima jam oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi untuk memadamkan kobaran api yang melahap bangunan pabrik.

Laporan kebakaran pertama kali diterima Damkarmat pada pukul 08.05 dari pihak perusahaan PT APL.  

Api yang menjalar diketahui berasal dari bagian dalam mesin dust collector yang sebelumnya baru saja selesai diperbaiki.

Kepala Damkarmat Banyuwangi Yoppy Bayu Irawan melalui Humas dan Operator Komunikasi  Muammar Qadafi mengatakan, setibanya di lokasi petugas langsung melakukan size up dan penanganan dengan menggelar selang, nozzle, dan sambungan ke unit mobil tangki Ayaxx, Fire Dome 04, serta Hino.

“Dua nozzle difokuskan pada titik api utama, sementara satu nozzle lainnya digunakan untuk menyisir area samping. Upaya pemadaman juga melibatkan sembilan kali suplai air menggunakan mesin pompa Godiva,” ujarnya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.12, namun proses pendinginan dan pembongkaran tumpukan limbah kayu di dalam mesin berlangsung hingga pukul 13.11 untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu penyalaan ulang.

Ia menjelaskan bahwa padatnya serbuk kayu di dalam mesin membuat proses penanganan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Potensi bara api tertinggal sangat tinggi, sehingga setelah api padam kami lakukan pendinginan maksimal dan pembongkaran untuk memastikan area benar-benar aman,” jelas Qadafi.

Penanggung jawab perusahaan PT APL  Wicaksono mengatakan, api muncul mendadak setelah mesin kembali dijalankan.

”Tiba-tiba saja api keluar dari bagian dalam mesin dan langsung membesar. Karyawan sempat mencoba memadamkan, tetapi tidak berhasil sehingga segera kami laporkan ke Damkarmat,” ujarnya.

Kapolsek Kabat AKP Kusmin mengatakan, insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00.

Ada pegawai pabrik triplek melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kabat, lalu diteruskan ke Damkarmat Banyuwangi.  

”Api diduga muncul dari box mesin penampung serbuk kayu yang digunakan dalam proses pengamplasan playwood,’’ kata Kusmin.

Dari keterangan para saksi, api berasal dari bagian box mesin penampung serbuk kayu yang tersulut panas saat proses pengamplasan.

Selanjutnya,  ada serbuk kayu yang masuk ke mesin yang menyala sehingga memunculkan api. Akibat kejadian ini, aktivitas produksi pabrik sempat terhenti.  

Setelah api berhasil dipadamkan, kegiatan pabrik mulai kembali berjalan normal. (cw6-M Ksatria Raya/fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kabat #banyuwangi #kebakaran #Pabrik Triplek