Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragedi Banjir dan Longsor di Agam: 74 Jiwa Melayang, Pencarian Belum Usai

Ali Sodiqin • Minggu, 30 November 2025 | 04:29 WIB
Pencarian korban oleh BPBD, Sapol PP dan polisi pascabencana galodo di salareh aia dan nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, Sumbar, beberapa waktu lalu.
Pencarian korban oleh BPBD, Sapol PP dan polisi pascabencana galodo di salareh aia dan nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, Sumbar, beberapa waktu lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat didera duka mendalam.

Hujan deras dan cuaca ekstrem memicu banjir bandang dan longsor — menelan 74 nyawa hingga Jumat malam, 28 November 2025.

Hingga Sabtu (29/11), tim gabungan masih terus menggelar operasi pencarian, penanganan darurat, dan evakuasi korban di sejumlah titik terdampak.

Rincian Korban: Sebaran di Lima Kecamatan

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Agam per 28 November 2025 pukul 20.00 WIB, korban tewas tersebar di 5 kecamatan.

Total 74 orang terkonfirmasi tewas.

Korban Hilang & Upaya Pencarian Masih Berjalan

Selain korban tewas, masih ada 78 warga yang belum ditemukan — mereka dinyatakan hilang oleh otoritas setempat.

Rinciannya:

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian korban, dan verifikasi identitas, sambil memetakan dampak kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Dampak Luas & Upaya Penanganan Darurat

Bencana cuaca ekstrem di Agam tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tapi juga kerusakan parah pada hunian, infrastruktur, akses jalan, dan kemungkinan besar memutus akses ke sejumlah desa/ nagari.

Pemerintah daerah, tim SAR, BPBD, serta komunitas lokal bergerak cepat: membuka jalur evakuasi, mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta berupaya mendata identitas korban dan mengabari keluarga.

Seruan Solidaritas & Himbauan Keselamatan

Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang bahaya cuaca ekstrem — masyarakat di zona rawan dihimbau untuk tetap waspada, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan bencana.

Kepada korban hilang dan keluarga yang terkena musibah, doa dan harapan agar upaya pencarian segera menemukan hasil, dan mereka yang selamat mendapat bantuan serta rehabilitasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#agam #warga tewas #banjir #longsor #kabupaten agam