Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Drama Cincin Tunangan Kesempitan, Sejoli di Banyuwangi Minta Bantuan Damkar Selamatkan Jari

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 29 November 2025 | 11:00 WIB

Petugas Damkarmat Sektor Genteng memotong cincin tunangan milik sejoli bernama Feri Prasetyo, 25, dan Iluh Tantri, 24, Kamis (27/11) sore.
Petugas Damkarmat Sektor Genteng memotong cincin tunangan milik sejoli bernama Feri Prasetyo, 25, dan Iluh Tantri, 24, Kamis (27/11) sore.

RADARBANYUWANGI.ID – Momen lamaran biasanya penuh cinta dan senyum manis. Namun berbeda dengan pasangan asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ini.

Usai dilamar dengan sukses, Feri Prasetyo, 25, malah panik karena cincin tunangan yang melingkar di jari manisnya justru bikin darah serasa macet di jalan.

Cincin yang harusnya jadi simbol cinta abadi itu malah berubah jadi “borgol” romantis yang bikin jari Feri bengkak.

Alhasil, bukannya foto-foto manis pascalamaran, mereka justru bertolak ke Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng untuk minta pertolongan.

Petugas Damkarmat, Irfan Supanut, yang menerima laporan sempat mengira ada darurat kebakaran ringan.

Tapi ternyata, yang harus dipadamkan adalah rasa sakit di jari Feri yang terhimpit cincin kesempitan.

“Pas sampai lokasi, keduanya masih lengkap pakai seragam lamaran dan make up yang kinclong. Benar-benar baru selesai acara,” kata Irfan, sembari tertawa kecil mengingat kejadian unik itu.

Sudah Coba Lepas, Tapi Cinta (Eh) Cincin Terlalu Menempel

Irfan mengungkapkan, Feri mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk melepas cincin.

Mulai dari sabun, minyak, tarik-tarikan, hingga doa-doa kesabaran. Tapi cincin tetap ngeyel tidak mau keluar.

“Jarinya sudah mulai bengkak. Jadi satu-satunya cara harus dipotong,” jelas Irfan.

Usai menjelaskan prosedur dan risiko, petugas langsung beraksi. Unit penyelamat menggunakan mini grinder untuk memotong cincin.

Satu petugas memegang jari Feri sambil menyemprotkan air agar panas tidak menyakiti kulit.

Dalam waktu sekitar 10 menit, operasi penyelamatan jari pun berhasil tanpa menimbulkan luka.

“Alhamdulillah cincin berhasil dipotong. Korban selamat,” ucap Irfan lega bak dokter bedah selesai operasi besar.

Ketahuan… Salah Ukuran Gara-Gara Video Call

Disinggung soal penyebab salah ukuran, Feri tak menutup-nutupi. Semua gara-gara hubungan jarak jauh.

“Saya kerja di Kalimantan. Jadi beli cincin cuma lewat video call,” ujarnya sedikit malu.

Yang lebih lucu, Iluh sebenarnya sudah memilih ukuran yang pas. Tapi Feri justru merasa itu terlalu besar dan minta ditukar lebih kecil.

“Hari ini terbukti saya yang salah,” kata Feri sambil memandangi bekas cincin di jarinya—dan memetik pelajaran hidup yang tidak akan terlupa.

Ditutup dengan Tawa & Harapan Meski Cincin Korban

Meski sempat membuat panik, kejadian ini justru menjadi cerita yang bakal terus dikenang Feri dan Iluh. Makin dramatis, makin kuat cinta kan? Yang penting, jari selamat dan rencana menikah tetap berjalan.

Tak ada kebakaran dalam misi ini. Tapi cinta yang terlalu membara memang kadang bikin... cincin jadi sempit.

Semoga ke depan, cincin pernikahan lebih bersahabat ukurannya ya, Fer! (*)

Editor : Ali Sodiqin
#cincin tunangan #banyuwangi #damkar #genteng