Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banjir dan Longsor Terjang Sumbar, Sumut, dan Aceh: Puluhan Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

Ali Sodiqin • Sabtu, 29 November 2025 | 02:28 WIB

Jembatan putus hingga banjir dan tanah longsor menerpa Pulau Sumatera.
Jembatan putus hingga banjir dan tanah longsor menerpa Pulau Sumatera.

RADARBANYUWANGI.ID - Pulau Sumatera kembali dirundung duka. Hujan deras berkepanjangan sejak sepekan terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Dampaknya sangat besar. Puluhan korban jiwa telah ditemukan, banyak yang masih dinyatakan hilang, serta ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kejadian ini sebagai bencana hidrometeorologi besar yang membutuhkan penanganan lintas daerah dan lintas sektor.

Baca Juga: Polsek Pesanggaran Bongkar Judi Sabung Ayam di Sumberagung Banyuwangi, Barang Bukti Dimusnahkan di Lokasi

Sumatera Barat: Bendungan Jebol, Arus Bandang Sapu Pemukiman

Di Sumatera Barat (Sumbar), banjir bandang menerjang kawasan Kota Padang dan sejumlah daerah perbukitan di hulu sungai.

Laporan awal menuliskan sedikitnya 21–22 warga meninggal dunia dan beberapa orang lainnya masih dinyatakan hilang. Ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa dievakuasi.

Arus deras diduga semakin parah karena jebolnya struktur penahan air di beberapa titik, sehingga rumah-rumah warga disapu material lumpur dan pepohonan.

Jalan nasional Padang–Bukittinggi di Lembah Anai sempat terputus total, mengganggu distribusi logistik serta akses evakuasi.

Kerugian sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat untuk percepatan bantuan.

Baca Juga: Pertamina–Polri Perkuat Pengawasan BBM: Cegah Penyalahgunaan, Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Sumatera Utara: Tapanuli Paling Parah, Banyak Desa Terisolasi

Di Sumatera Utara (Sumut), bencana yang sama berdampak lebih luas. Daerah yang paling parah ialah wilayah Tapanuli Selatan serta Tapanuli Tengah.

Banjir bandang dan longsor menerjang puluhan desa di sepanjang lereng bukit dan aliran sungai.

Korban jiwa terus bertambah seiring proses pencarian. Data terkini dari beberapa media menyebut 47–62 warga meninggal dunia, dan puluhan lainnya hilang.

Banyak jalan utama tertutup material longsor sehingga membuat sejumlah desa terisolasi dan sulit dijangkau petugas.

Aktivis lingkungan menilai kerusakan daerah aliran sungai (DAS), deforestasi, dan aktivitas pertambangan turut memperburuk daya tampung tanah.

Masyarakat berharap penanganan dilakukan tidak hanya darurat, namun juga memperbaiki kerusakan lingkungan jangka panjang.

Baca Juga: Mengapa LRT Jakarta Dinilai Kurang Efektif? Ini Penjelasan Pakar Transportasi

Aceh: Puluhan Korban Tewas, Jembatan Putus

Provinsi Aceh juga mengalami situasi yang tak jauh berbeda. Sedikitnya 33–35 warga meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa kabupaten, termasuk Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Empat jembatan dilaporkan putus, membuat akses penyelamatan dan penyaluran bantuan terhambat.

Ribuan warga memilih mengungsi ke posko darurat karena rumah terendam dan terancam runtuh akibat tergerus air.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Suap Proyek Kereta Api, KPK Dalami Peran Tiga Terpidana di Sukamiskin

BNPB–BPBD Kerahkan Bantuan, Jalan Masih Banyak Tertutup

Kepala BNPB menegaskan bahwa penanganan darurat diprioritaskan pada:

TNI–Polri bersama tim SAR masih bekerja keras menembus jalur yang tertutup tanah longsor untuk membuka koridor akses bantuan.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di lembah sungai dan lereng rawan longsor,” imbau otoritas kebencanaan.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Gelar Pembinaan Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja di SMP Unggulan Darul Anwar

Data Masih Bergerak

Sejumlah instansi menyebut angka korban masih dapat berubah, mengingat belum semua wilayah dapat dijangkau. Sejumlah pengungsi juga belum terdata secara lengkap.

Pemerintah pusat menetapkan Sumbar, Sumut, dan Aceh sebagai wilayah prioritas penanganan bencana dalam beberapa hari ke depan.

Bencana bertubi-tubi ini memberi peringatan besar tentang pentingnya mitigasi, pengelolaan lingkungan, dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana.

Sembari berharap kondisi membaik, berbagai pihak terus mengulurkan tangan membantu para korban yang sedang berjuang memulai kehidupan kembali. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sumbat #aceh #banjir #sumut #longsor