Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan Tewaskan 8 Warga, Ribuan Mengungsi: Cuaca Ekstrem Dipicu Siklon Tropis

Ali Sodiqin • Kamis, 27 November 2025 | 02:01 WIB
Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (25/11).
Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (25/11).

RADARBANYUWANGI.ID - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, menelan korban jiwa.

Delapan warga Kabupaten Tapanuli Selatan dilaporkan meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 58 warga mengalami luka-luka dan 2.851 orang terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.

Bencana terjadi akibat hujan deras berkepanjangan pada Senin–Selasa (24–25 November).

Hasil kaji cepat sementara mencatat, banjir dan longsor berdampak pada 11 kecamatan, yakni:

Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penanganan darurat serta pendataan lanjutan di lokasi terdampak.

Ratusan Rumah Terdampak di Taput, Jembatan Putus

Sementara di Tapanuli Utara, bencana serupa juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur.

Sedikitnya 50 unit rumah terdampak, dan dua jembatan putus, membuat akses masyarakat terhambat.

BPBD setempat telah merekomendasikan jalur Pangaribuan–Silantom sebagai alternatif sementara guna mendukung mobilisasi warga dan distribusi logistik.

Ribuan Rumah Terendam di Tapanuli Tengah

Wilayah Tapanuli Tengah turut merasakan dampak cuaca ekstrem. Laporan sementara menyebut 1.902 unit rumah terendam banjir di sembilan kecamatan:

Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori.

BPBD mendirikan tenda pengungsian serta menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar kepada warga yang terdampak parah.

Petugas mengingatkan bahwa angka kerusakan dan jumlah korban masih dapat bertambah menyesuaikan dengan perkembangan hasil kaji cepat di lapangan.

Cuaca Ekstrem Dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa wilayah Sumatera Utara terdampak dua sistem cuaca signifikan pada 25 November 2025. Kedua pemicu tersebut adalah:

Keduanya menyebabkan peningkatan curah hujan dan angin kencang di Sumatera bagian utara.

Bibit Siklon 95B memperluas pembentukan awan konvektif di atas Aceh hingga Sumut sehingga dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan ekstrem hampir tanpa jeda.

Sementara Siklon Tropis KOTO menarik massa udara basah ke pusat siklon, memicu pertumbuhan awan hujan masif di wilayah barat Indonesia termasuk Tapanuli Raya.

BMKG memperingatkan potensi hujan deras dan angin kencang dalam 24 jam ke depan, disertai gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Di antaranya: gelombang 1,25–2,5 meter di Selat Malaka utara, serta gelombang 2,5–4 meter di perairan timur Sumut dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.

BNPB: Tingkatkan Kewaspadaan, Evakuasi Bila Curah Hujan Tinggi

BNPB terus memonitor kondisi di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Tapanuli Utara serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di:

Petugas meminta warga segera mengungsi jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam, untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lanjutan.

Selain itu, masyarakat diminta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG secara berkala. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sumatera utara #tapanuli selatan #banjir #ribuan warga mengungsi #cuaca ekstrem #Tanah Longsor