Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemkab Banyuwangi Keruk Sedimen Dam Gembleng untuk Cegah Banjir, Pengerjaan Terkendala Alat Berat Rusak

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 25 November 2025 | 13:15 WIB
DIKERUK: Normalisasi Dam Gembleng di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, dilakukan untuk memperlancar aliran air, Senin (24/11).
DIKERUK: Normalisasi Dam Gembleng di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, dilakukan untuk memperlancar aliran air, Senin (24/11).

RADARBANYUWANGI.ID – Berbagai upaya memperlancar aliran air sekaligus meminimalkan potensi banjir terus dilakukan Pemkab Banyuwangi.

Salah satunya diwujudkan melalui pengerukan sedimen di Dam Gembleng yang berlokasi di Desa Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Senin (24/11).

Pengerukan sedimen di dam tersebut telah dilakukan sejak Jumat lalu (14/11). Ketinggian sedimen yang dikeruk diperkirakan mencapai dua sampai tiga meter.

Juru Dam Gembleng Sudiro mengatakan, tumpukan sedimen di Dam Gembleng diperkirakan sudah satu tahun belum dinormalisasi.

Sehingga, sedimen terus menggunung dan menghambat aliran sungai. "Normalisasi sudah berjalan selama sepuluh hari,” ujarnya.

Dua unit excavator dikerahkan untuk mengeruk sedimen di Dam Gembleng. Namun kemarin pengerjaan terpaksa dihentikan lantaran dua alat berat tersebut sedang rusak.

"Target selesai delapan hari, saat ini terhambat karena alatnya rusak," ujarnya.

Material yang dikeruk dari dasar sungai, kata dia, dipindahkan di pinggir aliran sungai.

Untuk diketahui, Dam Gembleng yang dibangun sekitar tahun 1921 ini mengaliri 2050 hektare lahan persawahan di wilayah Desa Parijatah Wetan, Wonosobo , Sukomaju, Kecamatan Srono; Desa Aliyan, Mangir, dan Gladag, di Kecamatan Rogojampi; serta Desa Gintangan, Kaligung, Karangrejo, Bomo di Kecamatan Blimbingsari. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Normalisasi #rogojampi #dam gembleng #banyuwangi