Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bonggol Bambu Menutup Sungai Bagong Banyuwangi: Cegah Banjir Susulan, Warga Kerja Bakti Bersihkan Sampah Sungai

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 19 November 2025 | 12:15 WIB
GANGGU ALIRAN SUNGAI: Tumpukan batang bambu ini sempat menganggu aliran Sungai Bagong ketika terjadi banjir Senin (17/11).
GANGGU ALIRAN SUNGAI: Tumpukan batang bambu ini sempat menganggu aliran Sungai Bagong ketika terjadi banjir Senin (17/11).

RADARBANYUWANGI.ID – Luapan Sungai Bagong yang menggenangi Jalan S Parman, Kelurahan Pakis, Banyuwangi, Senin sore (18/11) sudah surut.

Hanya saja, sampah berupa bonggol bambu sempat menyumbat aliran Sungai Bagong. Dalam waktu singkat, sampah tersebut langsung dibersihkan.

Sejumlah masyarakat bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta DPU Pengairan Banyuwangi, kepolisian, Dinas Pengairan bergotong-royong membersihkan aliran Sungai Bagong dari sampah maupun  dahan pohon yang melintasi Kelurahan Sobo.  

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, ada dua titik yang menjadi fokus pembersihan, yakni Dam Untung dan Jembatan Watu Abang di sungai Bangong yang melintasi Kelurahan Sobo.

Dua lokasi tersebut dinilai paling banyak tertumpuk dahan pohon yang terbawa arus saat banjir.

“Pembersihan sampah Sungai Bagong dilakukan mulai dari Kelurahan Sobo hingga ke arah hilir. Sampah yang mendominasi adalah dahan dan batang bambu yang terseret banjir kemarin,” ujarnya.

Danang berharap kegiatan pembersihan sampah di Sungai Bagong dapat meminimalkan risiko banjir susulan dan menjaga kelancaran aliran sungai di wilayah perkotaan Banyuwangi.

Sigit, salah satu petugas BPBD yang terjun langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, proses pembersihan dilakukan sejak pagi bersama warga dan tim pengairan Banyuwangi.

“Kami menyingkirkan puing-puing dahan pohon yang terbawa arus banjir. Nantinya seluruh dahan dan sampah yang terkumpul akan dipinggirkan lebih dulu sebelum diangkut menggunakan kendaraan menuju TPS,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi sebelumnya telah memprediksi potensi cuaca ekstrem di wilayah Banyuwangi pada periode Kamis (13/11) hingga Rabu (19/11).

 Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Aryo mengatakan, Banyuwangi termasuk daerah yang berpotensi terdampak hujan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

“Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah rawan bencana,” ujarnya.

Seperti diberitakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi Senin sore kemarin (17/11) menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah berada di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Sobo, tepatnya di sebelah selatan Hotel Santika.

Genangan air meluber hingga memenuhi badan jalan, bahkan ketinggiannya hampir mencapai sepinggang orang dewasa. Sore itu Jalan S Parman berubah jadi sungai.

Kondisi ini juga menyebabkan arus lalu lintas tersendat hingga memanjang ke perempatan Taman Tirta Wangi.

Banjir yang melanda kawasan tersebut dipicu oleh luapan air Sungai Bagong di sekitar Sobo yang tak mampu menampung debit air hujan.

Akibatnya, aliran air meluap ke permukaan jalan raya dan membuat puluhan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, mogok karena memaksa menerjang banjir. (cw6-M Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bambu #banjir #banyuwangi #hujan deras