Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Pasuruan Pasang Benner Tolak Pembangunan Sekolah Tamtama Marinir, TNI AL Bilang Begini

Ali Sodiqin • Jumat, 14 November 2025 | 15:25 WIB

GERUDUK: Puluhan warga yang mendatangi lokasi yang disebut-sebut akan dibangun sekolah tamtama TNI AL.
GERUDUK: Puluhan warga yang mendatangi lokasi yang disebut-sebut akan dibangun sekolah tamtama TNI AL.

RADARBANYUWANGI.ID - Suasana Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendadak ramai pada Rabu (12/11) pagi.

Puluhan warga datang berkelompok ke area lahan desa untuk memasang benner besar yang berisi penolakan terhadap segala bentuk pembangunan di wilayah tersebut.

Aksi spontan ini muncul setelah beredar kabar rencana pembangunan sekolah Tamtama Marinir TNI AL di Dusun Semongkrong, Desa Pasinan.

Baca Juga: Heboh! Indah Bekti Pertiwi Gugat Cerai Suami di Tengah Kasus OTT KPK di Ponorogo, Benarkah Karena ‘Teman Dekat’?

Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00, warga berdatangan, memasang benner, lalu kembali pulang ke rumah masing-masing.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono, membenarkan adanya aksi tersebut.

Ia menyebut warga merasa terusik setelah melihat benner bertuliskan “Di sini akan dibangun gedung sekolah tamtama marinir TNI AL” di lahan desa.

“Ini bukan demo. Hanya bentuk penolakan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh bapak dan ibu-ibu,” ujar Eko.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Kembali Mengilap, Sentuh US$4.184! Harga Antam dan UBS Ikut Terkerek Naik

Namun, pihak TNI AL membantah keras adanya rencana pembangunan di lokasi yang dipersoalkan warga.

Paur PAM Puslatpur 3 Grati, Letda Mar Sutikno, menegaskan bahwa tidak ada proyek, bahkan perencanaan sekalipun, di wilayah tersebut.

“Tidak ada pembangunan apapun di sana. Perencanaan juga tidak ada,” tegasnya.

Sutikno menduga keresahan warga muncul karena kabar lain mengenai rencana pembangunan batalyon di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling.

Kekhawatiran itulah yang mungkin merembet hingga ke Desa Pasinan.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Naik Dua Hari Berturut-turut, 24K Nyaris Sentuh Rp 2,2 Juta Per Gram

Menurutnya, jika warga memiliki keberatan, seharusnya disampaikan langsung ke lokasi pembangunan yang benar, sehingga dapat dijelaskan secara santun.

Ia juga menyayangkan aksi tersebut karena diduga ada pihak yang memanas-manasi situasi hingga membuat warga salah sasaran.

“Siapa yang mau melawan warga. Kasihan mereka selalu dikompori,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak desa dan aparat terkait masih menelusuri siapa yang memasang benner pertama yang memicu reaksi warga tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tni al #pasuruan #sekolah tamtama marinir #Warga Demo