Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk itu kehilangan kemampuan olah gerak setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang.
“Sekitar pukul 14.30 Wita, kapal dilaporkan kandas di koordinat 8°07’50.04″ LS – 114°26’19.62” BT, atau sekitar 1,8 mil laut dari Dermaga Pelabuhan Gilimanuk,” ungkap Danposal Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto.
Menurut Letda Bayu, kapal mulai kesulitan bermanuver tak lama setelah berangkat dari Ketapang sekitar pukul 13.30 Wita, hingga akhirnya benar-benar kehilangan kendali satu jam kemudian.
Evakuasi Kilat di Tengah Cuaca Ekstrem
Situasi darurat segera ditangani dengan respons cepat dari tim SAR gabungan. Operasi penyelamatan melibatkan Pos TNI AL, Basarnas Jembrana, Polairud, Brimob, ASDP, dan UPP Gilimanuk, yang mulai bergerak sekitar pukul 15.35 Wita.
Hasilnya, 53 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat, tiba di Waterbee Gilimanuk pukul 17.15 Wita untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan.
Selain penumpang, 13 Anak Buah Kapal (ABK) juga dipastikan dalam kondisi aman.
“Kapal dengan bobot 553 GT itu mengangkut 23 unit kendaraan, dan seluruhnya masih berada di atas kapal,” jelas Letda Bayu.
Evakuasi berlangsung aman dan tertib menggunakan rubber boat milik Basarnas serta Kapal KP Tanjung Rening 2006 milik Polairud.
Kapal Berhasil Lepas Kandas, Tidak Ada Korban Jiwa
Letda Bayu memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi yang signifikan. Sementara evakuasi badan kapal dan 23 kendaraan menunggu kondisi air pasang tertinggi untuk memastikan keselamatan proses penarikan.
“Sekitar pukul 17.45 Wita, KMP Cemerlang 55 akhirnya berhasil lepas kandas dan bersandar dengan aman di Dermaga MB III Pelabuhan Gilimanuk,” pungkasnya.
Koordinasi Cepat, Nyawa Terselamatkan
Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas instansi maritim dalam menghadapi situasi darurat di perairan Selat Bali, salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia.
Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berulang, aparat kembali mengingatkan para operator kapal dan penumpang untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau prakiraan cuaca sebelum berlayar. (*)
Editor : Niklaas Andries