Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siswi SMA Maria Gabriella Diduga Diculik Sindikat Kejahatan Terorganisir, Keluarga Minta Bantuan Warganet!

Ali Sodiqin • Rabu, 12 November 2025 | 19:18 WIB
Seorang siswi SMA di Tangerang bernama Maria Gabriella diduga menjadi korban penculikan oleh jaringan kejahatan terorganisir.
Seorang siswi SMA di Tangerang bernama Maria Gabriella diduga menjadi korban penculikan oleh jaringan kejahatan terorganisir.

RADARBANYUWANGI.ID - Kasus anak hilang kembali mencuat dan menggemparkan public Tanah Air.

Kali ini menimpa seorang siswi SMA bernama Maria Gabriella, remaja 16 tahun yang diduga menjadi korban penculikan oleh jaringan kejahatan terorganisir.

Informasi hilangnya gadis yang akrab disapa Gaby itu viral di media sosial dan grup WhatsApp sejak beberapa hari terakhir.

Dalam pesan berantai yang diterima redaksi, disebutkan bahwa Gaby menghilang tanpa jejak sejak Rabu (5/11) dan tak bisa dihubungi hingga kini.

“Sejak Rabu, 5 November, anak kami tidak pulang. Ia diduga dilarikan oleh seorang pria yang menjadi bagian dari sindikat kejahatan. Nomor handphone Gaby sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa dilacak polisi,” tulis pesan tersebut.

Gaby merupakan siswi SMA Strada St Thomas Aquino di Kota Tangerang, Banten.

Keluarga, yang terdiri dari pasangan Brigita Titis dan Yohanes Hany, telah melapor ke pihak kepolisian pada Kamis (6/11) setelah 24 jam kehilangan kontak.

Namun hingga kini, belum ada titik terang mengenai keberadaan pelajar kelas XI itu.

“Kami mohon bantuan masyarakat. Sudah enam hari anak kami hilang. Setiap informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” ujar pihak keluarga dengan nada haru.

Kasus penculikan anak seperti ini bukan yang pertama. Sebelumnya, balita bernama Bilqis hilang di Makassar dan ditemukan di Jambi setelah dijual kepada Suku Anak Dalam.

Kasus lain juga menimpa Alvaro Kiano di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang hilang sejak Maret 2025 dan belum ditemukan hingga kini.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengungkapkan bahwa tren penculikan anak masih terjadi setiap tahun meskipun jumlahnya menurun.

“Pada 2023, tercatat 43 kasus penculikan anak, sementara tahun 2024 turun menjadi 7 kasus. Namun, faktanya kasus baru terus bermunculan,” jelas Jasra.

Publik diimbau untuk tetap waspada dan turut membantu menyebarkan informasi jika melihat atau mengetahui keberadaan Maria Gabriella, agar remaja itu bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#hilang misterius #siswi sma diculik #Maria Gabriella #tangerang