Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak, Sutarno, menjelaskan bahwa fenomena banjir rob umumnya dipicu oleh peningkatan gaya gravitasi bulan yang terjadi saat fase bulan baru maupun bulan purnama.
“Fase bulan purnama saat ini memengaruhi kondisi pasang surut laut di bulan November 2025, yang berpotensi menimbulkan pasang maksimum dan surut minimum di pesisir Jawa Timur,” ungkap Sutarno.
Bulan Purnama Puncaki Pasang Laut pada 5 November
Menurut BMKG, fase bulan purnama akan terjadi pada Rabu, 5 November 2025, tepat pukul 20.19 WIB. Dalam periode tersebut, ketinggian air laut diperkirakan mencapai 130–150 sentimeter di atas rata-rata muka air laut. Kondisi ini terutama akan terjadi pada rentang waktu pukul 21.00–24.00 WIB.
“Genangan air laut akibat banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat pesisir, mulai dari transportasi di sekitar pelabuhan, aktivitas petani garam dan perikanan darat, hingga proses bongkar muat barang,” tambahnya.
Imbauan untuk Masyarakat Pesisir
BMKG mengingatkan agar masyarakat pesisir Jawa Timur memperhatikan informasi terkini mengenai pasang surut air laut melalui kanal resmi BMKG. Selain itu, warga diimbau untuk:
1. Mengamankan barang-barang penting di area rendah,
2. Menghindari aktivitas di tepi laut saat pasang tinggi,
3. Dan menyesuaikan jadwal bongkar muat atau perikanan sesuai kondisi cuaca dan pasang surut.
“Kewaspadaan dini menjadi kunci utama agar aktivitas ekonomi dan keselamatan warga pesisir tetap terjaga,” tutup Sutarno. (*)
Editor : Niklaas Andries