RADARBANYUWANGI.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem selama tiga hari mendatang.
Cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga hujan es.
Kepala BMKG Banyuwangi Agung Dwi Nugroho mengatakan, cuaca ekstrem dapat terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga 5 November.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta kemungkinan adanya hujan es," katanya.
Bencana hidrometeorologi disebabkan aktivitas dinamika atmosfer MJO (Osilasi Madden-Julian).
MJO merupakan fenomena atmosfer yang ditandai dengan pergerakan gelombang aktivitas konveksi (awan dan hujan) dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik di wilayah ekuatorial, dengan periode sekitar
Agung menjelaskan, fenomena MJO dapat mempengaruhi pola curah hujan dan cuaca di wilayah tropis dan merupakan faktor penting dalam memahami variabilitas cuaca dalam skala sub-musiman.
"Hal itulah yang menjadi penyebab masih terjadinya cuaca ekstrem yang tidak menentu, padahal wilayah Banyuwangi sendiri seharusnya masuk di musim kemarau," jelasnya.
Agung mengimbau masyarakat sekitar pesisir, termasuk yang akan melakan aktivitas penyeberangan agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas.
"Kami harap kepada masyarakat selalu memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang dari BMKG dan dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," imbaunya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin