Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragis! 7 Nelayan Korban Kapal Terbakar di Lombok Jalani Perawatan Intensif di RSUD Blambangan

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 13 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Tim gabungan Pos TNI AL Muncar, Polairud Banyuwangi, Polsek Muncar, bersama nelayan melakukan evakuasi terhadap ABK KM Anugerah Indah 18 yang terbakar, Sabtu (11/10)
Tim gabungan Pos TNI AL Muncar, Polairud Banyuwangi, Polsek Muncar, bersama nelayan melakukan evakuasi terhadap ABK KM Anugerah Indah 18 yang terbakar, Sabtu (11/10)

RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak tujuh nelayan korban kebakaran kapal ikan di perairan Lombok pada Sabtu pagi (11/10) menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan.

Setelah sempat mendapat penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD), mereka sudah dipindahkan ke Gedung Agung Willis untuk mendapatkan perawatan lanjutan dan persiapan tindakan operasi.

Jika tidak ada halangan, para korban kebakaran kapal itu akan menjalani operasi Senin hari ini (13/10).

Dokter jaga IGD RSUD Blambangan Setya menjelaskan bahwa begitu para korban tiba sekitar pukul 11.30 Sabtu (11/10), tim medis langsung memberikan penanganan dan terapi awal.

“Setelah mendapatkan penanganan pertama, para korban yang semuanya mengalami luka bakar kemudian dipindahkan ke Gedung Agung Willis pada sore harinya untuk perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Luka Bakar di Atas 50 Persen

Sementara itu, Devi, perawat di ruang Agung Willis, menuturkan bahwa tujuh korban kebakaran kapal dirawat di dua ruangan yang berbeda. Yakni di Ruang Agung Wilis lantai 1 dan lantai 2.

“Tiga korban dengan luka bakar di atas 50 persen dirawat di lantai dua sedangkan empat korban lainnya yang mengalami luka bakar di bawah 50 persen dirawat di lantai bawah Gedung Agung willis,” jelasnya.

Menurut Devi, korban dengan luka bakar terparah mencapai 80 persen dan 73 persen. Sedangkan korban lainnya mengalami luka bakar di bawah 50 persen, termasuk 30 hingga 40 persen.

“Semua korban kapal terbakar sedang dalam perawatan, namun membutuhkan penanganan intensif. Rencananya, besok (13/10) akan dilakukan tindakan operasi untuk ketujuh korban,” tambahnya.

Diberitakan kemarin, kapal ikan KM Anugerah Indah 18 terbakar di perairan Samudera Hindia, Rabu (8/10) siang.

Kapal dengan 25 anak buah kapal (ABK) tersebut, baru bisa dievakuasi setelah mendapat bantuan dari KM Victory Makmur dan dibawa ke Pelabuhan Perikanan Muncar pada Sabtu (11/10).

Dari insiden tersebut, satu ABK bernama Kasudi, 47, warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meninggal dunia. Selain itu, tujuh awak kapal lainnya mengalami luka bakar parah.

“Insiden kapal terbakar ini di koordinat 11 derajat lintang selatan, dan 118 derajat  bujur timur,” kata Komandan Pos TNI AL Muncar, Lettu Marjun Susanto.

Angkut 25 ABK

Lebih jauh Marjun menjelaskan, KM Anugerah Indah 18 membawa ABK sebanyak 25 orang dan biasa beroperasi di wilayah Perairan Lombok.

"Pada hari Rabu (8/10), kapal tersebut mengalami trouble mesin. Saat itu juga, langsung dilakukan perbaikan oleh para ABK," katanya.

Setelah proses perbaikan selesai, lanjut dia, awak kapal mencoba menyalakan mesin kapal tersebut. Musibah pun terjadi. Muncul asap hitam pekat disertai ledakan dan percikan api dari ruang mesin.

"Saat itu, ABK sedang istirahat, lalu ada asap hitam itu beberapa ABK turun (ke ruang mesin) untuk melakukan pengecekan," pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#lombok #rsud blambangan #nelayan #Kapal Terbakar #perawatan intensif