Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terungkap! Mayat yang Terdampar di Pantai Gilimanuk Bali Ternyata Korban Kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam 3 Bulan Lalu

Niklaas Andries • Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:22 WIB

ILUSTRASI korban meninggal dunia.
ILUSTRASI korban meninggal dunia.
RADARBANYUWANGI.ID - Identitas mayat yang ditemukan di Pantai Gilimanuk akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Mukhamad Syakur asal Pasuruan, Jawa Timur, salah satu penumpang kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali tiga bulan lalu.

Misteri penemuan mayat laki-laki yang terdampar di Pantai Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya terungkap. Sosok tersebut dipastikan merupakan Mukhamad Syakur (37), warga Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, tiga bulan lalu atau tepatnya pada 3 Juli 2025 dini hari.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh pihak keluarga korban yang datang ke RSU Negara, Jembrana, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Keluarga Pastikan Identitas Korban

Baca Juga: Resmi! Gaji PNS Naik Mulai Oktober 2025, Ini Daftar Profesi yang Diuntungkan!

Sepupu korban, Mohammad Hasan (43), memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah anggota keluarganya. Ia datang bersama adik korban, Siti Sakheyah, dan sepupu lain, Agus Merdeko, untuk melakukan identifikasi.

“Iya, itu salah satu keluarga kami. Kami mengenali dari ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang digunakan, dan barang-barang yang ditemukan,” ujar Hasan di RSU Negara.

Dari pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk tas berisi kartu identitas, dua kartu ATM, kunci motor, uang tunai Rp1,41 juta, serta jimat yang biasa dibawa almarhum.

Keluarga juga mengenali celana pendek dan kaus yang melekat pada jenazah berdasarkan foto yang dikirim polisi. “Kami langsung tahu itu Mas Syakur. Ia memang bekerja di bidang mebel, biasa mengirim barang dari Pasuruan ke Bali,” jelas Hasan.

Korban Diketahui Salah Satu Penumpang Kapal yang Tenggelam

Mukhamad Syakur diketahui menjadi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada awal Juli 2025. Saat itu, ia tengah dalam perjalanan ke Bali bersama rekannya untuk mengirim mebel.

Rekan korban lebih dulu ditemukan meninggal dunia sembilan hari setelah kapal dinyatakan tenggelam. Sementara jasad Syakur baru ditemukan tiga bulan kemudian.

“Ciri fisiknya cocok. Dari kecil beliau memiliki sumbing di bibirnya. Dari semua tanda dan pakaian, kami yakin itu beliau,” tegas Hasan.

Kepastian itu juga diperkuat oleh istri korban, Kuny Maryam, yang mengenali pakaian terakhir suaminya melalui foto dan rekaman CCTV di rumah sebelum keberangkatan.

Kronologi Penemuan Mayat di Pantai Gilimanuk

Penemuan jasad Mukhamad Syakur bermula saat seorang nelayan, Lukman Hakim, tengah beristirahat setelah menyelam di Pantai Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, pada Senin, 6 Oktober 2025 sekitar pukul 12.30 WITA.

Saat itu, Lukman melihat tubuh manusia mengapung di dekat pantai. Ia segera mendekat dan memastikan bahwa sosok tersebut sudah tak bernyawa, lalu melapor ke pihak kepolisian.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, atas seizin Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, membenarkan penemuan tersebut.

“Begitu mendapat laporan, tim kami langsung ke lokasi bersama Unit Inafis untuk melakukan identifikasi dan evakuasi,” ujar AKP Suparta.

Jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Jembrana ke RSUD Negara untuk proses autopsi dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.

Duka Keluarga di Tengah Harapan yang Pupus

Keluarga korban mengaku sempat berharap Mukhamad Syakur masih hidup setelah pencarian awal tidak menemukan jasadnya. Namun, kabar penemuan di Gilimanuk menjadi akhir dari penantian panjang mereka.

“Setidaknya kami bisa membawa pulang jasadnya dan memakamkannya dengan layak,” ucap Hasan haru.

Kisah tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran di Selat Bali, yang dikenal memiliki arus laut kuat dan kondisi cuaca yang sering berubah tiba-tiba. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#pantai gilimanuk #bali #KMP Tunu Pratama Jaya #identitas korban #rsu negara #Pasusuran