Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Miris! 1 dari 10 Pelajar Banyuwangi Merokok, Dispendik Ancam Sanksi Guru yang Jadi Contoh Buruk!

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:10 WIB
YLKI minta KAI tetap tegas larang merokok di kereta.
YLKI minta KAI tetap tegas larang merokok di kereta.

RADARBANYUWANGI.ID –  Tingginya angka merokok di kalangan pelajar mengundang perhatian Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi.

Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno menegaskan, sekolah sejatinya merupakan kawasan bebas asap rokok. Karena itu, guru harus menjadi teladan bagi para siswa.

“Kalau ada guru yang kedapatan merokok di sekolah, tentu akan kami tindak. Sekolah harus bebas asap rokok, bahkan di ruang guru pun tidak boleh. Asapnya saja dilarang, apalagi merokok,” tegasnya.

Suratno menambahkan, Kementerian Pendidikan telah meluncurkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta Gerakan Sekolah Sehat.

Dua program itu menegaskan betapa pentingnya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok. “Kalau masih ada asap rokok, berarti belum sehat,” ujarnya.

Pengawasan dan Evaluasi

Setiap tahun, Dinas Pendidikan selalu menerbitkan surat edaran larangan merokok di lingkungan sekolah. Namun, dinamika di sekolah terus berubah ada guru baru, ada yang pensiun. Karena itu, pengawasan dan evaluasi dilakukan secara rutin.

“Itu sudah menjadi SOP kami. Bila pembinaan tidak berjalan, tentu akan ada sanksi,” tegasnya lagi.

Suratno mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi. Jika menemukan guru yang merokok di sekolah, masyarakat dapat melaporkannya ke call center Pemkab Banyuwangi atau Dinas Pendidikan.

“Pasti ada sanksi bagi guru yang tidak memberi teladan, sesuai regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

Dari 10 Siswa, 1 Merokok

Kebiasaan merokok di kalangan pelajar Banyuwangi kian meningkat. Dari hasil survei Dinas Kesehatan Banyuwangi menyebutkan, kebiasaan merokok meningkat terutama di usia sekolah.

Yang mengejutkan, salah satu hal yang menjadi alasan pelajar merokok adalah karena melihat orang merokok di lingkungan sekolah. Termasuk guru merokok di hadapan mereka.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, perilaku merokok mulai muncul sejak tingkat SMP dan meningkat di jenjang SMA.

“Di tingkat SMP sekitar 5,5 persen pelajar sudah merokok, sedangkan di SMA mencapai 14,3 persen. Artinya, dari 10 siswa ada satu hingga dua orang yang merokok,” kata Amir.

Dia menambahkan, hasil survei itu pun sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan. Dinkes juga meminta agar edukasi bahaya rokok di lingkungan sekolah terus diperkuat. Menurut Amir, ada beragam alasan pelajar merokok. Mulai dari sekadar coba-coba, iseng, hingga meniru orang-orang yang mereka hormati.

“Yang cukup mengejutkan, sekitar 30 persen pelajar mengaku merokok karena meniru orang yang mereka hormati — seperti guru, ustad, atau tenaga pendidikan yang merokok di depan mereka,” tegasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#survei pelajar #Dispendik banyuwangi #guru merokok #Sekolah Bebas Rokok #pelajar banyuwangi #bahaya rokok