RADARBANYUWANGI.ID - Pengguna jalan yang biasa melintas di Jalur Gumitir penghubung Kabupaten Banyuwangi dan Jember, tampaknya harus siap-siap.
Arus lalu lintas di jalur berkelok itu bakal kembali tersendat lantaran ada satu titik pekerjaan pemasangan saluran air sehingga membutuhkan skenario buka tutup.
Pelaksana proyek, Andre Pandora, 31, menyampaikan, pekerjaan pemasangan U-ditch itu berada di timur makam Habib Ali, masuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
“Kalau dari arah Banyuwangi berarti sebelumnya makam, kami harap masyarakat bisa menyesuaikan karena harus buka tutup,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Andre, proyek sepanjang 80 meter itu masih masuk paket pekerjaan proyek preservasi Jalur Gumitir dengan perkuatan lereng menggunakan bore pile, serta perbaikan geometri jalan di tikungan Mbah Singo yang sudah rampung sebulan lalu.
“Kami sudah informasikan ke Unit Lantas setempat, juga rekan-rekan relawan supaya bisa membantu menginfokan,” ucapnya.
Skenario buka tutup diberlakukan karena pekerjaan dilakukan dengan bantuan mesin excavator untuk memindahkan unit U-ditch atau saluran drainase beton berbentuk U.
“Kalau manual bakal memakan waktu lebih lama, juga akan buka tutup agar keselamatan pekerja terjamin,” ujarnya.
Dengan bantuan alat berat, lanjut dia, proses pekerjaan ditarget selesai dalam satu minggu.
“Kira-kira target kami selesai satu minggu, karena materialnya tidak bisa dilakukan dalam jumlah yang banyak sekaligus sehingga perlu waktu,” tandasnya.
Ditanya kapan pemasangan U-ditch hingga diberlakukan Jalur Gumitir buka tutup, Andre menyampaikan itu akan mulai dikerjakan pada Jumat (3/10) ini.
“Proyek dimulai besok pagi, jalur diberlakukan buka tutup,” terangnya.
Pemasangan U-ditch atau saluran air yang proper dalam proyek itu, tambahnya, menjadi salah satu tahapan penting. Banyak penyebab amblesnya jalan karena saluran air yang kurang maksimal.
“Saluran air ini sangat penting, kami buat agak lebar agar ketika ada kelebihan air saat hujan tidak sampai meluap,” cetusnya.
Air yang meluber hingga ke badan jalan, jelasnya, menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Selain itu, luapan itu terkadang juga menggerus pondasi jalan sehingga mengakibatkan longsor.
“Kondisi ini sering terjadi, bisa dilihat, mayoritas jalan yang rusak itu saluran airnya tidak berfungsi dengan baik,” pungkasnya.
Editor : Agung Sedana