Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gempa Magnitudo 6,0 di Sumenep Ganggu Jalur Kereta Api Daop 9 Jember, Begini Penjelasan KAI

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 3 Oktober 2025 | 01:55 WIB
Gempa M 6,0 di Sumenep hentikan sementara perjalanan KA Daop 9 Jember.
Gempa M 6,0 di Sumenep hentikan sementara perjalanan KA Daop 9 Jember.

RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang berpusat di tenggara Sumenep, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025) malam, turut dirasakan di sejumlah jalur kereta api wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember.

Akibatnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember menghentikan sementara perjalanan kereta api melalui prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) sebagai langkah pengamanan.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa penghentian perjalanan ini merupakan standar operasional dalam menghadapi kondisi darurat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jalur rel, jembatan, terowongan, hingga fasilitas operasi lainnya tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan.

“Prosedur BLB adalah langkah standar KAI saat terjadi gempa bumi. Keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas utama,” ungkap Cahyo, Rabu (1/10/2025).

Kereta Api yang Mengalami Berhenti Luar Biasa

Setidaknya ada empat kereta api yang sempat terhenti akibat gempa, yaitu:

- KA 293 Tawangalun relasi Malang–Ketapang, berhenti di Km 9+1 petak Banyuwangi Kota–Argopuro.

- KA 210 Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Pasarturi, berhenti di Km 23+6 petak Mrawan–Garahan.

- KA 240F Ijen Ekspres relasi Ketapang–Malang, berhenti di Km 117+5 petak Malasan–Leces.

- KA 147 Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang, berhenti di Km 49+5 petak Bangil–Pasuruan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Jalan dan Jembatan (JJ), pada pukul 00.35 WIB jalur dinyatakan aman dan seluruh perjalanan dapat dilanjutkan kembali.

Dampak Keterlambatan Perjalanan

Akibat prosedur BLB tersebut, beberapa kereta api mengalami keterlambatan tiba di stasiun tujuan.

Di antaranya, KA Tawangalun terlambat 17 menit, KA Mutiara Timur 43 menit, KA Ijen Ekspres 45 menit, dan KA Blambangan Ekspres 17 menit.

Meski demikian, Cahyo menegaskan bahwa keterlambatan ini merupakan konsekuensi dari prosedur keamanan yang wajib dilakukan.

“Kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi, namun keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Pengawasan Jalur Ditingkatkan

Sebagai langkah antisipasi, KAI Daop 9 Jember juga meningkatkan pengawasan terhadap seluruh prasarana kereta api, termasuk jembatan, terowongan, dan jalur yang masuk kategori Daerah Dalam Pengawasan Khusus (Dapsus).

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan maupun potensi bencana alam lain yang berpotensi mengganggu perjalanan.

KAI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir dalam menggunakan moda transportasi kereta api.

Petugas di lapangan terus disiagakan, dan koordinasi dengan pihak terkait dilakukan secara intensif untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan selamat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Daop 9 Jember #KAI #Gempa #Kereta Api #sumenep