RADARBANYUWANGI.ID - Pencarian Surahman, 51, warga Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, yang sempat hilang di hutan saat mencari kecombrang akhirnya berakhir bahagia.
Pada Senin (29/9), ia ditemukan selamat meski dalam kondisi lemas, dan langsung disambut tangis haru keluarganya.
Menurut BPBD Banyuwangi, Surahman sempat diantar warga Dusun Tegalrejo pulang setelah ditemukan di perbatasan Desa Bayu dengan Desa Pakel, Kecamatan Licin.
Namun hingga kini, pria paruh baya itu masih terlihat linglung dan belum bisa menceritakan secara detail pengalamannya.
Meski demikian, muncul beragam kesaksian dari warga dan netizen yang memperkuat nuansa mistis hutan Bayu.
Seorang pengguna Facebook bernama Sutarso Adhe mengaku pernah mengalami kejadian menyeramkan di kawasan hutan yang sama.
Ia bercerita bahwa pada akhir 2024 lalu, dirinya terpaksa bermalam di atas pohon karena melihat kawanan harimau loreng berjumlah delapan ekor lengkap dengan anak-anaknya.
“Saya semalaman nginep di atas pohon tak berani turun. Baru berani turun setelah ketemu penduduk setempat,” tulisnya.
Menurutnya, kawasan lereng Rowobayu hingga Watukurung masih menyimpan bahaya satwa liar seperti ular besar, macan kumbang, dan harimau loreng.
Kisah lain datang dari pengguna TikTok, Rikaa_w, yang menuliskan bahwa Surahman diduga tanpa sengaja menginjak akar pohon yang dianggap pantangan. Namanya akar mimang.
“Katanya sih nginjek pohon entah akar gitu yang nggak boleh dilewati, makanya orangnya kek nggak tau arah jalan,” tulisnya.
Ia menambahkan, sejak Sabtu (27/9) Surahman hilang, rumahnya tetap dipenuhi pengajian doa hingga ia pulang dengan selamat.
Kesaksian dramatis lainnya datang dari akun celacishop yang menyebut ibunya pernah mengalami kejadian serupa di kawasan hutan Bayu, bahkan sampai pulang dalam kondisi pingsan.
“Sangat berbahaya, ibu saya sendiri sudah pernah seperti ini,” tulisnya.
Kombinasi pengalaman warga dan kisah mistis yang beredar di media sosial membuat kisah hilangnya Surahman semakin menjadi perhatian publik.
Banyak yang meyakini, selain faktor tersesat, kawasan hutan Bayu memang menyimpan misteri yang tak bisa dijelaskan dengan logika.
Meski begitu, aparat menegaskan bahwa pencarian Surahman dilakukan dengan standar SAR, melibatkan ratusan relawan dan ditutup resmi setelah ia ditemukan.
Warga diimbau tetap waspada saat masuk ke kawasan hutan, tidak hanya karena risiko tersesat, tapi juga karena potensi bahaya satwa liar.
Fakta dan Mitos Akar Mimang dalam Kepercayaan Jawa
Akar mimang atau sering disebut oyot mimang adalah akar pohon yang memiliki bentuk unik. Ia tidak terputus dan melingkar sempurna. Akar jenis ini biasanya ditemukan di puncak gunung yang sulit dijangkau dan jarang terjamah manusia.
Karakteristik
- Bentuk melingkar sempurna tanpa ada bagian yang terputus.
- Lokasi langka, biasanya di daerah hutan lebat atau puncak gunung yang dianggap angker.
Kepercayaan dan Mitos
- Membuat orang tersesat: Diyakini, siapa pun yang melangkahi atau menyentuh akar mimang bisa mendadak linglung dan kehilangan arah di hutan.
- Memiliki kekuatan magis: Dalam mitos Jawa, akar ini dipercaya sebagai media spiritual yang menyimpan energi gaib.
- Penglaris dan keberuntungan: Sebagian masyarakat meyakini akar mimang bisa dipakai sebagai jimat untuk melariskan usaha dan mendatangkan rezeki.
- Meningkatkan wibawa: Selain penglaris, akar ini juga diyakini mampu menambah kharisma dan aura positif pemiliknya.
Asal-usul
Konon, akar mimang berasal dari akar pohon dewandaru, salah satu pohon sakral dalam tradisi Jawa. Pohon ini sering dikaitkan dengan perlindungan gaib dan keberuntungan.
Editor : Agung Sedana