RADARBANYUWANGI.ID - Tidak banyak yang tahu, di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, terdapat sebuah mata air sakral yang diyakini memiliki banyak khasiat, mulai dari menyembuhkan penyakit hingga melancarkan rezeki.
Mata air yang berada di sekitar Pura Madusasana itu dikenal dengan sebutan Mata Air Tuan.
Lokasinya berada di bawah pepohonan rindang di tepi sungai, menjadi tempat warga untuk berbagai keperluan.
Ada yang mengambil air untuk melancarkan rezeki, mendapat jodoh, membuka aura, hingga tujuan pengobatan.
“Banyak khasiatnya, yang paling umum untuk (mengobati) orang yang sedang sakit,” tutur sesepuh umat Hindu setempat, Romo Marzuki, 83 tahun.
Mangku Marzuki menekankan, pemanfaatan air suci itu tidak serta-merta menjadi solusi tanpa usaha.
Air tersebut diyakini sebagai perantara kesembuhan, namun orang tetap harus melakukan ikhtiar medis.
“Jangan hanya bergantung di sini, harus usaha juga dengan berobat,” katanya.
Menurutnya, banyak pengunjung yang datang membawa jeriken untuk mengambil air suci. Selain dipakai untuk melukat saat perayaan Galungan atau kepentingan adat lainnya, air itu juga digunakan umat Hindu untuk ruwatan pura.
“Sudah sering terjadi, orang datang untuk dimandikan di sini, hanya jalannya ke bawah cukup sulit,” jelasnya.
Di lokasi mata air tersebut, pengunjung biasanya mengambil air sambil menyampaikan permohonan.
Berdasarkan kepercayaan, mata air ini diyakini bisa memperlancar berbagai hajat, mulai dari rezeki, jodoh, hingga keinginan memiliki momongan. “Banyak yang mempercayainya,” tambahnya.
Namun, untuk bisa merasakan kesakralan air itu tidak sembarangan. Setiap orang harus melalui ritual khusus dengan panduan sesepuh. “Harus ada ritualnya, kalau tidak ya ini hanya jadi air biasa saja,” ujarnya.
Disclaimer: Informasi ini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat. Khasiat yang disebutkan bersifat keyakinan budaya dan tidak menggantikan pengobatan medis.
Editor : Agung Sedana