RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena langit kembali menghiasi jagat raya pada Minggu, 21 September 2025, berupa gerhana matahari parsial.
Peristiwa ini terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari, namun tidak sepenuhnya menutupi cahaya matahari.
Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak akan bisa menyaksikan fenomena langit ini secara langsung.
Jalur gerhana hanya melewati sebagian wilayah Australia bagian timur, Selandia Baru, Vanuatu, Fiji, Tonga, Antartika, dan sejumlah pulau kecil di Samudra Pasifik.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut puncak gerhana diprediksi terjadi pada 19.43 UTC atau sekitar Senin dini hari WIB, sehingga wilayah Indonesia berada di luar jalur visibilitas.
Waktu dan Jalur Puncak Gerhana
Gerhana matahari parsial ini akan mencapai fase puncak pada malam hari menurut waktu Indonesia.
Hal inilah yang membuatnya mustahil disaksikan secara langsung dari Nusantara.
Meski begitu, sejumlah lembaga astronomi internasional akan menyiarkan fenomena ini melalui live streaming sehingga masyarakat dunia tetap bisa menikmatinya secara virtual.
Cara Aman Menyaksikan Gerhana
Bagi masyarakat yang berada di wilayah jalur gerhana, penting untuk memperhatikan keamanan mata.
Menatap matahari secara langsung tanpa perlindungan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada retina.
Disarankan menggunakan kacamata khusus gerhana atau filter matahari standar internasional.
Sementara bagi masyarakat Indonesia, opsi terbaik adalah menyaksikan melalui siaran daring yang akan ditayangkan oleh berbagai kanal astronomi.
Makna Gerhana dalam Tradisi Islam
Dalam tradisi Islam, fenomena gerhana biasanya disambut dengan ibadah khusus berupa salat kusuf (salat gerhana matahari).
Ibadah ini bertujuan untuk mengingat kebesaran Allah dan memperbanyak doa saat terjadi peristiwa alam luar biasa.
Meski gerhana kali ini tidak terlihat di Indonesia, umat tetap bisa mengambil hikmah dari fenomena tersebut.
Gerhana Matahari Parsial 21 September 2025 menjadi pengingat betapa luar biasanya fenomena langit yang bisa disaksikan manusia.
Walaupun tidak dapat dilihat dari Indonesia, masyarakat tetap bisa menikmati keindahannya melalui siaran live streaming.
Jangan lupa, keamanan mata adalah yang utama jika menyaksikan langsung dari wilayah yang dilewati jalur gerhana.
Editor : Agung Sedana