RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pembangunan Jembatan Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, disambut sukacita oleh warga setempat.
Jembatan yang sejak lama diimpikan ini diharapkan segera terwujud untuk membuka akses yang lebih layak bagi masyarakat di daerah terpencil tersebut.
Untuk mendukung rencana itu, warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sarongan sudah menyiapkan langkah nyata.
Mereka berencana melakukan normalisasi aliran sungai di lokasi pembangunan jembatan.
Hal ini penting karena aliran sungai di kawasan tersebut berkelok dan berpotensi menggerus pondasi jembatan.
“Kami sudah rapat dengan pihak kebun (Perkebunan Sukamade), membahas soal arus sungai yang berkelok,” ujar Kepala Dusun Sukamade, Feri Nafaro.
Menurutnya, ada satu titik arus sungai yang menekan ke arah barat. Jika tidak diluruskan, arus itu bisa merusak struktur pondasi jembatan.
“Ini bukti kalau kami bersyukur ada pembangunan jembatan di sini,” imbuhnya.
Normalisasi sungai direncanakan dilakukan dengan pemasangan bronjong di titik sayap jembatan.
Selain itu, akan ada pengurukan menggunakan alat berat milik perkebunan.
“Bisa dilakukan sebelum proyek dari PU dikerjakan, bisa juga bersamaan. Kita lihat perkembangannya dulu,” tambah Feri.
Proyek pembangunan jembatan ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) Banyuwangi.
Menurut informasi, pengerjaan akan dimulai pada September 2025. Kabar tersebut langsung disambut gembira warga Sukamade yang selama ini bergantung pada akses terbatas di tengah hutan.
“Alhamdulillah warga senang, semoga segera terealisasi,” harapnya.
Feri juga menyebut tim DPUCKPP Banyuwangi telah dua kali melakukan survei di lokasi, masing-masing pada Juli dan Agustus.
Selain sebagai penghubung antarwilayah, jembatan ini diharapkan dapat memperlancar jalur logistik, evakuasi warga, sekaligus membuka potensi wisata.
“Semoga jalan di tengah hutan menuju kampung kami bisa diperbaiki juga,” pintanya.
Editor : Agung Sedana