RADARBANYUWANGI.ID – Bupati Ipuk Fiestiandani bersaja jajaran Pemkab Banyuwangi dan ratusan warga melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan di Pantai Seranite, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (19/9).
Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Bersih-Bersih Sedunia atau World Cleanup Day,
Gotong royong bersih-bersih pantai ini juga diikuti jajaran TNI-Polri, nelayan, pelajar, hingga belasan relawan lingkungan.
Di antaranya dari Emfitrust, Yayasan Rijig Pradana Wetan, Eco Enzyme Nusantara, Osoji Club, termasuk Sungai Watch yang berfokus pada pelestarian lingkungan khususnya ekosistem sungai.
Para peserta tampak bersemangat menyisir setiap sudut pantai membersihkan sampah-sampah yang berserakan.
Mereka juga membawa kantong plastik besar untuk menampung sampah yang dipungut lalu dikumpulkan jadi satu.
“Gerakan bersih pantai ini bukan sekedar seremonial hari ini (kemarin) saja, tapi harus berkelanjutan dan menjadi budaya bagi kita semua agar membuang sampah pada tempatnya,” kata Ipuk.
Ipuk menyebut, Pantai Seranite merupakan area destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan.
Dengan menjaga kebersihan pantai, para wisatawan akan semakin nyaman dan betah berlama-lama berada di lokasi tersebut.
Sehingga ekonomi warga sekitar ikut terangkat. “Melalui gerakan ini kami berharap masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Dwi Handayani menambahkan, gerakan bersih lingkungan ini sudah dimulai sejak 15 September dan akan terus berlanjut hingga 15 Oktober.
Selain di Pantai Seranite, aksi kemarin juga dilakukan serentak di beberapa titik di Banyuwangi.
Khusus aksi bersih-bersih di Pantai Seranite, mereka berhasil mengumpulkan 327 kilogram (kg) sampah yang didominasi sampah anorganik yakni plastik.
Sampah-sampah tersebut lantas diangkut ke tempat pengelolaan sampah di TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon, untuk didaur ulang.
“Kami banyak menemukan sampah jenis styrofoam yang tidak bisa diolah sama sekali. Sampah jenis ini merupakan limbah residu yang sulit terurai. Jadi kami harap masyarakat lebih bijak lagi memilih kemasan makanan yang mungkin lebih bisa terurai dengan cepat,” ucap Dwi.
Prasetyo Ibnu Toat perwakilan Banyuwangi Hijau yang menjadi inisiator gerakan ini mengatakan, pihaknya melibatkan sekitar 15-20 relawan. Selama kurang lebih sebulan pelaksanaan kegiatan ini, dia menargetkan Banyuwangi bisa bersih dari sampah.
“Untuk mencapai target tersebut, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan. Bukan hanya kami relawan persampahan. Karena setiap orang menghasilkan sampah, maka setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” kata Deputi Program Manager Banyuwangi Hijau ini. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin