Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pembuatan Jembatan Darurat Sungailembu Banyuwangi Terkendala Cuaca, Baru Rampung 9 Meter

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 19 September 2025 | 14:52 WIB
Pekerja proyek jembatan darurat untuk kendaraan roda empat di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dilakukan hingga malam, Rabu (17/9).
Pekerja proyek jembatan darurat untuk kendaraan roda empat di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dilakukan hingga malam, Rabu (17/9).

RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan jembatan darurat untuk kendaraan roda empat sebagai jalur alternatif buntut ambrolnya Jembatan Sungailembu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, masih ditunggu masyarakat.

Sayangnya, pekerjaan yang sudah berlangsung lebih dari sebulan ini kerap terhambat cuaca buruk, Kamis (18/9).

Hingga kemarin, progres pembangunan jembatan baru mencapai sembilan meter dari total bentangan yang direncanakan sepanjang 30 meter.

Padahal, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) Banyuwangi sebelumnya menjanjikan jembatan darurat ini bisa segera difungsikan.

“Per kemarin masih sembilan meter. Itu akan kami lanjutkan hari ini, semoga cuaca bersahabat agar ada progres,” ujar pelaksana proyek, Yogi Permadi.

Menurut Yogi, pembangunan jembatan darurat selebar 2,5 meter itu membutuhkan waktu lebih lama dibanding jembatan darurat roda dua.

Pasalnya, pondasi baru harus dibuat dari awal. “Kalau untuk roda dua pondasinya sudah ada, karena dipasang di titik jembatan lama. Tapi yang ini (roda empat) harus bangun pondasi baru, jadi lebih lama pengerjaannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengerjaan sebenarnya sudah dikebut dengan sistem lembur hingga malam hari. Namun, jika hujan lebat turun, pekerjaan terpaksa dihentikan, terutama karena ada proses pengelasan.

“Kalau hujan biasa masih bisa kami atasi, tapi kalau deras pasti berhenti. Target kami jembatan ini bisa selesai minggu depan,” cetusnya.

Salah satu warga, Sugiyanto (54), berharap jembatan darurat segera rampung agar akses warga kembali lancar.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan jembatan utama pengganti jembatan lama.

“Kalau debit air tiba-tiba naik, kami tidak bisa apa-apa. Jadi kami harap segera diperbaiki jembatan permanennya juga,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Sungailembu yang berusia 45 tahun ambrol pada Selasa (15/7) malam.

Insiden itu memutus akses utama Desa Sumberagung dengan Desa Sarongan dan Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran.

Beruntung, tidak ada warga yang melintas saat jembatan roboh. Namun, suara gemuruh saat konstruksi runtuh membuat warga sekitar panik.

“Sekitar pukul 22.00 ambrolnya. Warga langsung menyebar info dan menutup jalan agar tidak ada yang melintas,” kata Kepala Dusun Sungailembu, Sasmito.

Editor : Agung Sedana
#banyuwangi #sungailembu